kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Apa Itu Kiamat Internet yang Berpotensi Terjadi di 2025?


Rabu, 05 Juli 2023 / 10:38 WIB

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Mengutip Economic Times, badai matahari hanyalah dampak atmosfer yang dirasakan di bumi karena angin yang dihasilkan di dekat matahari. 

Badai tersebut disebabkan oleh semburan matahari dan lontaran massa koronal yang melepaskan aliran medan elektromagnetik ke arah Bumi. 

Dengan kata lain, itu terdiri dari aliran partikel bermuatan yang memancar dari atmosfer terluar matahari, yang disebut korona.

NASA telah menyatakan bahwa aktivitas matahari tampaknya mengikuti siklus 11 tahun dan pada puncaknya, badai matahari dapat terjadi berkali-kali dalam sehari. Namun, di lain waktu, itu bisa terjadi kurang dari sekali seminggu.

Namun, badai matahari ini berpotensi menimbulkan badai geometris yang dapat menghambat sinyal satelit, komunikasi radio, internet, bahkan jaringan listrik. 

Kembali pada tahun 2011, badai matahari yang kuat dilaporkan mengganggu komunikasi radio di wilayah selatan China. 

Pada tahun 1859, aurora terlihat di seluruh dunia akibat badai matahari dan fenomena tersebut dinamakan 'Carrington Event'.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×