kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Ada kasus pembekuan darah, negara ini tetap gunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca


Jumat, 19 Maret 2021 / 18:10 WIB

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Banyak pemerintahan negara mengatakan bahwea keputusan untuk menghentikan inokulasi adalah karena kehati-hatian. Namun, para ahli telah memperingatkan campur tangan politik dapat merusak kepercayaan publik terhadap vaksinasi, karena pemerintah berjuang untuk menjinakkan varian virus yang lebih menular.

“Kami percaya bahwa, setelah keputusan hati-hati dari regulator, vaksinasi dapat dilanjutkan kembali di seluruh Eropa,” kata Kepala Petugas Medis AstraZeneca Ann Taylor dalam sebuah pernyataan.

Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan Inggris (MHRA) sebelumnya mengatakan sedang menyelidiki 5 kasus pembekuan darah otak langka yang telah dilaporkan dari 11 juta suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dilakukan di Inggris.

Namun, badan tersebut mengatakan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca harus dilanjutkan dan seorang pejabat mengatakan peluncuran di Inggris kemungkinan akan berlanjut bahkan jika kaitannya terbukti.

Baca juga: Kekhawatiran vaksin AstraZeneca turut menekan harga minyak, prospek masih melemah

Suntikan vaksin AstraZeneca adalah salah satu vaksin Covid-19 pertama dan termurah yang dikembangkan serta diluncurkan dalam jumlah besar yang akan menjadi andalan program vaksinasi di banyak negara berkembang. "(Putusan) EMA sekarang memberikan kejelasan tentang keamanan vaksin ini (AstaZeneca)," kata Clemens Wendtner, kepala penyakit menular di klinik Munich Schwabing.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada pekan ini juga menegaskan kembali dukungannya untuk suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca itu. EMA mengatakan akan memperbarui panduannya tentang vaksin AstraZeneca, untuk memasukkan penjelasan bagi pasien tentang potensi risiko dan informasi bagi para profesional perawatan kesehatan.

Badan tersebut mengatakan sedang berhubungan dengan regulator di seluruh dunia untuk mengawasi kemungkinan efek samping dari semua vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejumlah Negara di Eropa Kembali Gunakan Vaksin Virus Corona AstraZeneca",


Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka Pradita Sicca

Selanjutnya: BPOM tegaskan belum rekomendasikan penggunaan vaksin AstraZeneca, ini alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

×