kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

4 Usulan China kepada PBB untuk akhiri konflik Palestina-Israel


Senin, 17 Mei 2021 / 18:50 WIB

Sumber: Xinhua | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dewan Keamanan PBB harus mengambil tindakan tegas terhadap konflik Palestina-Israel, menegaskan kembali dukungan tegasnya untuk "solusi dua negara," dan mendorong situasi menjadi dingin secepat mungkin.

Secara khusus, China meminta AS untuk memikul tanggungjawabnya, mengadopsi pendirian yang adil, dan mendukung Dewan Kemanan PBB dalam memainkan perannya dalam menjaga perdamaian.

China juga mendukung PBB, Liga Negara-negara Arab, Organisasi Kerjasama Islam, dan negara-negara lain yang memiliki pengaruh penting di kawasan untuk memainkan peran yang lebih aktif.

Baca Juga: AS menyatakan siap membantu Palestina dan Israel jika gencatan senjata tercapai

4. "Solusi dua negara" adalah jalan keluar yang fundamental

China mendukung kedua belah pihak untuk melanjutkan pembicaraan damai berdasarkan "solusi dua negara" secepat mungkin. Solusi dua negara telah lama menjadi salah satu opsi penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Tujuan akhirnya adalah pendirian negara Palestina yang menikmati kedaulatan penuh dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dan berdasarkan pada perbatasan tahun 1967. Begitupula dengan Israel yang mendapatkan keadaulatannya secara utuh.

Langkah ini diharapkan bisa mewujudkan kehidupan damai antara Palestina dan Israel, mewujudkan hidup berdampingan yang harmonis antara negara-negara Arab dan Yahudi, dan mewujudkan perdamaian abadi di Timur Tengah.

Selanjutnya: Inilah analisa penyebab negara Arab diam saja saat Israel gempur Palestina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×