4 Usulan China kepada PBB untuk akhiri konflik Palestina-Israel

Senin, 17 Mei 2021 | 18:50 WIB Sumber: Xinhua
4 Usulan China kepada PBB untuk akhiri konflik Palestina-Israel


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Menjadi pemimpin dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB pada Minggu (16/5), China mengajukan sejumlah usulan terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi berperan langsung menjadi pemimpin pertemuan Dewan Keamanan PBB bertajuk "Situasi di Timur Tengah, termasuk Masalah Palestina". Seperti perwakilan negara lainnya, Wang hadir melalui sambungan virtual.

Dalam kesempatan tersebut, Wang mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi di Gaza. Ia menyoroti banyaknya korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

Di tengah situasi yang semakin kritis dan parah ini, Wang menegaskan, gencatan senjata dan penghentian kekerasan sangat dibutuhkan.

Bagi Wang, Palestina selalu menjadi inti masalah di Timur Tengah. Penyelesaian masalah di kawasan tersebut dianggap akan menjadi awal perdamaian abadi di Timur Tengah, bahkan global.

Baca Juga: Indonesia & Malaysia sepakat, PBB harus desak Israel hentikan serangan di Gaza

Di depan para anggota Dewan Keamanan PBB yang lain, Wang mewakili China mengajukan 4 poin usulan terkait konflik Palestina-Israel. Berikut usulan China tersebut, seperti dilansir Xinhua:

1. Gencatan senjata dan penghentian kekerasan adalah prioritas utama

China mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap warga sipil dan mendesak kedua belah pihak untuk segera menghentikan tindakan militer dan permusuhan, termasuk serangan udara, serangan darat, dan peluncuran roket. Israel harus menahan diri secara khusus.

2. Bantuan kemanusiaan merupakan kebutuhan yang mendesak

China mendesak Israel untuk dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian internasional. Di antaranya, mencabut semua blokade dan pengepungan Gaza, menjamin keamanan dan hak-hak warga sipil di wilayah Palestina yang diduduki, dan memberikan akses bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: PBB mulai pertimbangkan embargo senjata kepada Myanmar

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru