4 Bansos yang bakal cair di sepanjang November 2021, cek di sini

Rabu, 03 November 2021 | 10:10 WIB Sumber: Kompas.com
4 Bansos yang bakal cair di sepanjang November 2021, cek di sini


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 masih hadir di tengah-tengah masyarakat. Terkait hal ini, pemerintah tetap menggelontorkan sejumlah bantuan sosial (bansos) kepada warga yang terdampak Covid-19 selama November 2021.  

Bantuan tersebut berasal dari bantuan sosial reguler yang ada dalam tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos), atau bantuan khusus yang diberikan semasa pandemi Covid-19, seperti bantuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Bantuan apa saja yang masih dicairkan pada November 2021? Berikut ini daftarnya:  

Bantuan yang cair pada November 2021 

1. Diskon listrik PLN 

Bantuan dikson listrik PLN masih akan diperpanjang hingga akhir tahun. Bagi pelanggan golongan rumah tangga dengan daya 450 VA, akan mendapat diskon 50 persen. Sementara, rumah tangga dengan daya 900 VA akan mendapat diskon 25 persen. 

"Kami akan menambah dan memperpanjang diskon listrik yang harusnya selesai bulan September, untuk 32,6 juta pelanggan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, konferensi saat pers evaluasi pelaksanaan PPKM darurat, Sabtu (17/7/2021). 

Baca Juga: Buka link bsu.kemnaker.go.id, apakah terima BSU / subsidi gaji November 2021?

Cara cek listrik gratis November 2021 

Bagi masyarakat yang ingin memastikan terlebih dahulu apakah dirinya bisa mendapatkan diskon stimulus dari PLN dapat dilakukan dengan cara: 

  • Buka website https://portal.pln.co.id
  • Klik "Diskon Stimulus Covid-19"
  • Masukkan nomor ID Pelanggan PLN dan kode captcha Klik "cari"
  • Masukkan nomor KTP, nama lengkap sesuai KTP, alamat lengkap sesuai KTP dan kode captcha Klik "simpan" 

Jika pelanggan termasuk dalam kategori penerima diskon listrik, maka akan muncul keterangan besaran diskon yang diberikan. Namun apabila tidak termasuk dalam kategori penerima diskon listrik, maka akan muncul pemberitahuan bahwa pelanggan tidak mendapatkan diskon.   

Baca Juga: Cara dan syarat mendapatkan BSU Rp 1 juta dari Kemnaker, cek bsu.kemnaker.go.id

2. Kuota belajar Kemendikbud 

Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memberikan bantuan kuota belajar yang disalurkan setiap tanggal 11-15 setiap bulan hingga November 2021. 

Berikut rincian besaran kuota internet yang diberikan: 

  • Siswa PAUD: 7 GB per bulan
  • Siswa SD, SMP, dan SMA: 10 GB per bulan
  • Pendidik PAUD dan SD-SMA: 12 GB per bulan
  • Mahasiswa dan Dosen: 15 GB per bulan 

Penerima bantuan paket kuota data tahun 2021 ditentukan berdasarkan pengajuan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang sudah diverifikasi dan divalidasi. 

Baca Juga: Inilah daftar bansos yang cair bulan November 2021, simak cara cek secara online

Cara cek bantuan kuota 

Kemendikbud Untuk mengecek apakah bantuan kuota internet sudah masuk atau belum, bisa dilakukan dengan cara ini: 

Telkomsel: 

Melalui SMS dari Telkomsel atau dengan menghubungi *888# dan aplikasi MyTelkomsel. 

Indosat: 

Melalui aplikasi myIM3 atau dengan menghubungi nomor USSD *123*075# lalu pilih nomor satu. 

Tri:

Dengan menghubungi nomor USSD *123*10*3# atau lewat aplikasi Bima+ 

XL dan Axis: 

Melalui nomor *123# lalu pilih info atau lewat aplikasi aplikasi myXL dan AxisNet. 

3. Program Keluarga Harapan (PKH) 

Bantuan sosial untuk PKH diperuntukkan bagi penerima manfaat keluarga miskin, yang anggota keluarganya memiliki: 

Ibu hamil dan anak usia dini 0-6 tahun Anak yang sedang menempuh pendidikan SD, SMP, atau SMA/sederajat Lansia usia 70 tahun ke atas dan penyandang disabilitas berat. 

Berdasarkan laman PKH Kemensos, pada November 2021 penyaluran bansos PKH memasuki tahap ke- 4. 

Cara mengecek penerima manfaat bansos PKH 

  • Akses situs https://cekbansos.kemensos.go.id
  • Masukkan data wilayah penerima manfaat
  • Masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP
  • Ketik kode Captcha Klik "Cari Data". 

Baca Juga: BSU Rp 1 juta diperluas untuk 1,6 juta orang, bisa cek di aplikasi BPJSTKU

4. BPUM atau BLT UMKM 

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM akan kembali menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada pelaku usaha mikro. 
Besaran BPUM yang diterima juga masih tetap yakni sebesar Rp 1,2 juta per-pelaku usaha mikro. Pencairan BPUM ini masih bisa dilakukan hingga Desember 2021. 

Mengutip Kompas.com, 18 Juli 2021, saat ini, penyaluran BPUM dilakukan melalui dua bank, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI). Nasabah BNI dapat mengecek status penerimaan BPUM dengan langkah berikut: 

  • Buka https://banpresbpum.id
  • Masukkan NIK Klik "Cari"
  • Akan muncul pemberitahuan terdaftar atau tidak sebagai penerima BPUM 2021. 

Bagi Nasabah BRI, berikut prosedur pencairan BPUM bagi pelaku usaha mikro: 

  • Para penerima BPUM 2021 dapat melakukan pengecekan satu pintu melalui e-form BRI pada website https://eform.bri.co.id/bpum
  • Masukkan NIK yang tertera pada KTP Masukkan kode verifikasi yang muncul pada layar
  • Klik "Proses Inquiry"
  • Akan muncul pemberitahuan terdaftar atau tidak sebagai penerima BPUM 2021 

Apabila tercatat mendapatkan BPUM, maka masyarakat dapat menghubungi Kantor Cabang BRI terdekat untuk melengkapi dokumen pencairan dengan membawa e-KTP asli 

Selain itu, kelengkapan dokumen pencairan lain yang dibutuhkan yakni Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), Surat Pernyataan dan Kuasa, serta Formulir Pembukaan/Perubahan Data Rekening yang disediakan oleh BRI dan dilengkapi pada saat penerima datang ke Kantor BRI. 

Pencairan BPUM tidak dipungut biaya alias gratis. 

(Sumber: Kompas.com/Retia Kartika Dewi, Nur Fitriatus Shalihah | Editor Inggried Dwi Wedhaswary, Sari Hardiyanto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BLT UMKM hingga Kuota Kemendikbud, Ini Bansos yang Cair November 2021"
Penulis : Rosy Dewi Arianti Saptoyo
Editor : Rizal Setyo Nugroho

 

Selanjutnya: Login di kemnaker.go.id, simak cara cek pencairan BSU Rp 1 juta tahap 4 dan 5

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru