3 Faktor Ini Jadi Kendala Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selasa, 08 Februari 2022 | 05:20 WIB   Reporter: Vendy Yhulia Susanto
3 Faktor Ini Jadi Kendala Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung


Tipe kereta KCJB adalah CR400AF, kecepatan operasi KCJB nantinya maksimal 350 km per jam. Waktu pelayanan berkisar 36 menit – 45 menit. Kapasitas 1 trainset yang terdiri dari 601 seat mencakup tiga kelas yakni VIP class, first class dan second class. Waktu operasional 05.30 – 22.00, diperkirakan peak period pada pagi dan sore hari.

“Kemudian untuk tarif berkisar Rp 150.000 sampai Rp 350.000 sesuai dengan hasil studi demand Forecast Polar UI,” ujar Dwiyana.

Dwiyana menerangkan, berdasarkan studi demand forecast polar Universitas Indonesia diproyeksikan akan ada 31.125 penumpang yang akan menggunakan KCJB. Jumlah itu didapat dari estimasi perpindahan penumpang dari sejumlah moda transportasi.

Studi mengestimasikan ada 22.703 orang pengguna dari kendaraan pribadi, 19.591 pengguna bus dan travel, serta 1.311 pengguna kereta api yang ada saat ini berpindah ke KCJB.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, Kemenhub akan terus mengawal pelasanaan proyek KCJB. Tercatat, progres pembangunan KCJB hingga 14 Januari telah mencapai 79,9%.

“Adapun progres fisik sampai 14 Januari 2022 adalah sebesar 79,9%, progres pekerjaan jembatan 89,3%, subgrade 78,41 persen dan tunnel 98,07%," ujar Zulfikri.

Setelah konstruksi rampung, Zulfikri mengatakan, tahap pembangunan selanjutnya yang dilakukan adalah pelaksanaan pekerjaan integrasi sarana dan prasarana. Ia bilang, kedatangan kereta api rencananya dijadwalkan pada Mei hingga Oktober 2022. Lalu, uji coba pengoperasian kereta api dijadwalkan mulai Desember 2022 hingga April 2023.

Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta Bandung Ujicoba Akhir Tahun 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru