kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

2 Calon parlemen Muslim maju, Myanmar butuh seseorang memperjuangkan hak minoritas


Selasa, 10 November 2020 / 23:40 WIB
2 Calon parlemen Muslim maju, Myanmar butuh seseorang memperjuangkan hak minoritas

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - YANGON. Ada dua kandidat Muslim dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang maju dalam Pemilihan Umum (Pemulu) 2020. Myanmar berpotensi memiliki anggota parlemen dari kalangan Muslim. 

Sithu Maung, salah satunya. Ia bilang, setelah lima tahun tanpa satu pun anggota parlemen dari Muslim, Myanmar membutuhkan seseorang untuk membantu memperjuangkan hak-hak minoritas yang tertindas.

Pria 33 tahun itu adalah satu dari 1.100 lebih kandidat anggota parlemen dari NLD pimpinan Aung San Suu Kyi yang berkuasa. Pada Pemilu 2015, tidak ada satu pun calon dari kalangan muslim.

Penduduk Muslim berjumlah sekitar 4% dari populasi Myanmar dan mengalami diskriminasi tingkat tinggi.

Baca Juga: Kasus harian virus corona rekor, Myanmar lockdown total Kota Yangon

Pemilu di Myanmar

Merasakan aura kemenangan

Sithu Maung merasakan aura kemenangan, setelah melihat reaksi para pemilih kepadanya di tempat pemungutan suara (TPS). Tapi, tak mudah meraup 80% suara yang menentukan di daerah pemilihan pusat Kota Yangon.

"Orang-orang bertepuk tangan pada saya, meneriakkan nama saya dari apartemen mereka ketika saya lewat," katanya kepada AFP seperti dilansir Channel News Asia di flat studionya yang sederhana di sebuah bangunan era kolonial.

Hasil resmi secara keseluruhan kemungkinan tidak keluar sampai akhir pekan ini, tetapi NLD yakin telah menang telak, memicu perayaan di jalan-jalan dari ribuan pendukung meskipun ada kekhawatiran akan virus corona.

Daerah pemilihan Sithu Maung adalah salah satu yang paling beragam secara etnis di Myanmar, dengan sekitar 30.000 penduduk yang hampir terbagi rata antara penganut Buddha dan Muslim serta minoritas Rakhine, China, dan India.

Baca Juga: Kasus virus corona melonjak, Myanmar perluas lockdown di Yangon



TERBARU

×