kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Yuk, Intip Ekspansi Bisnis Para Produsen Motor Listrik di Tanah Air


Sabtu, 24 Juni 2023 / 10:30 WIB
Yuk, Intip Ekspansi Bisnis Para Produsen Motor Listrik di Tanah Air

Reporter: Dimas Andi, Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah populasinya yang masih terbatas, industri sepeda motor listrik nasional terus berkembang. Sejumlah produsen motor listrik pun mulai berekspansi membangun pabrik maupun memperkuat produksinya.

Salah satu produsen motor listrik yang mulai ekspansif adalah Electrum. Perusahaan patungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membangun pabrik motor listrik pertamanya di Indonesia, tepatnya di Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat.

Direktur Utama Electrum Pandu Sjahrir tidak menyebut secara jelas nilai investasi yang dibutuhkan Electrum untuk membangun pabrik tersebut. Dia hanya bilang, bahwa baik GOTO maupun TOBA sebagai pemegang saham Electrum memiliki porsi investasi pembangunan pabrik motor listrik masing-masing 50:50.

Baca Juga: Perusahaan Patungan GOTO dan TOBA Bangun Pabrik Motor Listrik Pertamanya di Indonesia

Pabrik motor listrik Electrum ditargetkan akan selesai dibangun pada pertengahan tahun 2024 dan proses produksi dimulai pada tahun yang sama. Pada tahap awal, pabrik ini akan memulai produksi dengan satu assembly line yang berkapasitas sampai dengan 250.000 unit motor listrik per tahun.

“Kalau dibangun semua cukup untuk empat assembly line, sehingga cukup untuk 1 juta unit per tahun,” ujar Pandu, Jumat (23/6).

Sepeda motor listrik Electrum dipamerkan saat goundbreaking pabrik di Cikarang (23/6/2023).

Electrum akan melengkapi pabriknya dengan laboratorium pengujian kualitas, pusat penelitian dan pengembangan, serta trek pengujian.

Tak hanya sekadar bangun pabrik, Electrum juga fokus pada pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus menggandeng industri dalam negeri untuk mendukung infrastruktur penunjang, termasuk baterai dan suku cadang.

Sementara itu, PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) juga sudah memproduksi motor listriknya di pabrik yang berlokasi di Jawa Tengah.

Direktur Komersial Polytron Tekno Wibowo mengatakan, sejauh ini kapasitas produksi terpakai pabrik motor listrik Polytron baru mencapai 500 unit per bulan. Perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Djarum ini akan meningkatkan kapasitas produksinya pada awal tahun depan menjadi 2.500 unit per bulan.

Upaya ini perlu dilakukan mengingat permintaan motor listrik terus tumbuh seiring adanya program subsidi pembelian produk tersebut dari pemerintah. “Selama ini tren penjualannya motor listrik kami positif,” ujar Tekno, Jumat (23/6).

Baca Juga: Electrum Bangun Pabrik, Komit Dukung Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik Roda Dua

Sebagai informasi, Polytron memiliki model Polytron Fox-R yang mendapat subsidi Rp 7 juta pada tahun ini. Motor ini memiliki nilai TKDN sebesar 45,3%.

Polytron sempat memperkenalkan model baru yakni Polytron T-Rex pada ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2022 lalu. Hanya saja, Polytron T-Rex yang dipamerkan baru berupa purwarupa saja, sehingga spesifikasi motor tersebut masih bisa berubah. “Kami harap dapat meluncurkan motor tersebut sebelum akhir tahun nanti,” imbuh Tekno.

PT Volta Indonesia juga telah memiliki pabrik motor listrik di Semarang, Jawa Tengah dengan kemampuan produksi 5.000 unit per bulan. Dalam catatan Kontan, Volta sempat menyebut punya rencana untuk menambah kapasitas produksi motor listrik. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut terkait rencana itu.

Head of Marketing Volta Indonesia Tamara Giovanni mengatakan, di samping fokus pada pengembangan produksi, Volta juga terus gencar melakukan ekspansi jaringan motor listrik dan stasiun Sistem Ganti Baterai (SGB) ke berbagai kota, baik di dalam maupun luar Pulau Jawa.

Sampai saat ini, Volta telah membangun infrastruktur SGB lebih dari 300 titik di Indonesia. Sebagian besar SGB yang dibangun Volta terletak di Jabodetabek, mengingat sebagian besar populasi motor listrik Volta yang berada di wilayah tersebut.

“Kami berkomitmen untuk mencapai basis pelanggan yang lebih luas dan membuat motor listrik yang dapat diakses lebih banyak masyarakat,” tukas Tamara, Jumat (23/6).

Baca Juga: Subsidi Rp 7 Juta Berjalan, Ini Jawara TDKN Motor Listrik

Sejauh ini, Volta memiliki motor listrik Volta 401 yang telah mendapat subsidi dari pemerintah lantaran memiliki level TKDN 47,36%.

PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) turut memiliki rencana untuk mengembangkan kapasitas produksi motor listriknya. Dalam berita sebelumnya, SLIS memiliki kapasitas produksi khusus motor listrik sekitar 3.600 unit per bulan. SLIS pun hendak menambah kapasitas produksi sebanyak 2.000 unit, sehingga nantinya perusahaan ini dapat memproduksi 5.600 unit motor listrik per bulan.

Upaya yang ditempuh oleh SLIS untuk mengembangkan bisnis motor listriknya adalah melalui pelaksanaan rights issue pada kuartal pertama lalu. Dalam aksi korporasi tersebut, SLIS mengincar dana segar sebesar Rp 147 miliar.

Saat ini, SLIS memiliki dua model motor listrik yang mendapat subsidi dari pemerintah, yaitu Selis E-Max dengan TKDN 53,69% dan Selis Agats dengan TKDN 53,37%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×