kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.113   81,41   1,01%
  • KOMPAS100 1.143   10,78   0,95%
  • LQ45 827   6,17   0,75%
  • ISSI 288   3,89   1,37%
  • IDX30 430   3,27   0,77%
  • IDXHIDIV20 517   3,70   0,72%
  • IDX80 128   1,26   1,00%
  • IDXV30 141   1,87   1,34%
  • IDXQ30 140   0,91   0,65%

WHO sebut virus corona varian Delta datangkan malapetaka di seluruh dunia


Jumat, 23 Juli 2021 / 13:04 WIB
WHO sebut virus corona varian Delta datangkan malapetaka di seluruh dunia
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, menghadiri konferensi pers tentang virus corona atau COVID-2019 di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2020. REUTERS/Denis Balibouse.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dunia saat ini berada di tahap awal gelombang baru infeksi COVID-19 dan kematian.

"Varian Delta mendatangkan malapetaka di seluruh dunia," kata Tedros dalam sambutan pembukaan Dialog Tingkat Tinggi WHO secara virtual, Rabu (21/7), dikutip dari laman resmi WHO.

Dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan COVID-19 yang terbit Selasa (20/7), WHO menyebutkan, kasus baru global periode 12-18 Juli lalu total mencapai 3,42 juta, naik 12% dibanding minggu sebelumnya. 

Secara global, kasus harian COVID-19 periode 12-18 Juli lalu rata-rata 490.000 infeksi, meningkat dibanding 400.000 kasus per hari pada pekan sebelumnya. "Menyusul penurunan yang stabil selama lebih dari dua bulan," kata WHO. 

Baca Juga: Studi di Kanada: Keganasan varian Delta meningkat

Sedang jumlah kematian akibat COVID-19 periode 12-18 Juli total sebanyak 56.767, atau naik 1% ketimbang pekan sebelumnya. Sehingga, "Jumlah total kematian melebihi 4 juta," sebut WHO.

Untuk total kasus COVID-19 secara global, saat ini lebih dari 190 juta. "Jumlah kumulatif kasus yang dilaporkan secara global bisa melebihi 200 juta dalam tiga minggu ke depan," proyeksi WHO. 

Selama periode 12-18 Juli, empat wilayah kecuali Amerika dan Afrika melaporkan peningkatan kasus COVID-19. Wilayah Pasifik Barat mencatat peningkatan kasus terbesar, mencapai 30%, diikuti Eropa 21%.

"Terlepas dari upaya untuk memperluas cakupan vaksinasi, banyak negara di keenam wilayah WHO terus mengalami lonjakan kasus COVID-19," ungkap WHO.

Selanjutnya: WHO: Delta bisa bereplikasi lebih cepat dan lebih menular selama tahap awal infeksi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×