WHO: Omicron telah dilaporkan di lebih dari 63 negara di seluruh dunia

Rabu, 15 Desember 2021 | 06:17 WIB Sumber: TheIndependent.co.uk
WHO: Omicron telah dilaporkan di lebih dari 63 negara di seluruh dunia

ILUSTRASI. WHO mengatakan, varian virus corona omicron baru menyebar lebih cepat dan sangat mengurangi kemanjuran vaksin. REUTERS/Dado Ruvic


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, varian virus corona omicron baru menyebar lebih cepat dan sangat mengurangi kemanjuran vaksin dibandingkan dengan varian delta. Kendati demikian, lanjut WHO, varian ini dapat menyebabkan gejala yang tidak terlalu parah menurut data awal.

Mengutip The Independent, delta, pertama kali diidentifikasi di India awal 2021, saat ini merupakan varian dominan dari virus corona baru dan bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi di dunia.

Namun, para ilmuwan dan pakar kesehatan terus mencemaskan tentang omicron yang memiliki lebih dari 50 mutasi dibandingkan varian delta, termasuk lonjakan 26-32 protein yang memungkinkan virus memasuki sel manusia.

Pada 9 Desember, WHO mengatakan varian baru ini telah dilaporkan di lebih dari 63 negara di seluruh dunia dengan data awal menunjukkan bahwa varian tersebut menyebar lebih cepat daripada varian delta.

Baca Juga: Varian Omicron diduga telah masuk ke Indonesia, ini penjelasan Luhut Pandjaitan

“Penyebarannya lebih cepat daripada varian delta di Afrika Selatan di mana sirkulasi delta rendah, tetapi juga tampaknya menyebar lebih cepat daripada varian delta di negara lain di mana kejadian delta tinggi, seperti di Inggris,” demikian bunyi ringkasan teknis WHO.

WHO menambahkan, “Mengingat data yang tersedia saat ini, kemungkinan omicron akan melampaui varian delta di mana transmisi komunitas terjadi.”

Meskipun ada data terbatas yang tersedia tentang efektivitas vaksin terhadap varian ini, berdasarkan bukti awal, WHO mengatakan ada pengurangan kemanjuran vaksin terhadap infeksi dan penularan yang terkait dengan omicron.

Baca Juga: 5 Fakta tentang varian Omicron, wajib tahu!

WHO juga mengatakan, insiden infeksi ulang mengalami peningkatan di Afrika Selatan.

Data awal juga mengungkapkan, omicron mungkin tidak separah varian delta. WHO juga mencatat bahwa akurasi diagnostik PCR yang digunakan secara rutin dan tes diagnostik cepat berbasis antigen (Ag-RDT) tampaknya tidak dipengaruhi oleh varian omicron.

“Upaya untuk mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19 secepat mungkin harus dilanjutkan, terutama di antara populasi yang ditetapkan sebagai prioritas tinggi,” kata laporan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru