kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

WHO deteksi 6 varian baru virus corona, selain 3 jenis yang sangat menular


Jumat, 16 April 2021 / 10:05 WIB

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendeteksi enam varian baru virus corona yang masuk kategori variant of interest (VoI), selain tiga varian sebelumnya yang lebih menular.

Menurut WHO, semua virus, termasuk virus corona baru atau SARS-CoV-2, berubah seiring waktu yang mengakibatkan kemunculan varian anyar. Sebagian besar tidak berdampak langsung ke kesehatan masyarakat.

Dalam Pembaruan Epidemiologis Mingguan COVID-19 yang terbit 13 April, WHO mengatakan, mereka bekerjasama dengan otoritas nasional, lembaga, dan peneliti, secara rutin menilai varian SARS-CoV-2.

"Menilai varian SARS-CoV-2 yang mengakibatkan perubahan dalam penularan, presentasi klinis dan keparahan, atau jika berdampak pada kesehatan masyarakat dan tindakan sosial," kata WHO.

Baca Juga: Studi terbaru: Jarak dosis lebih dari 21 hari, kemanjuran vaksin Sinovac meningkat

WHO telah menetapkan sistem untuk mendeteksi "sinyal" variants of interest (VoI) atau variants of concern (VoC) potensial, serta peristiwa tidak biasa terkait dengan varian baru. 

"Penilaian ini berdasarkan risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat global," sebut WHO.  

Sejumlah sinyal tersebut saat ini sedang dalam penilaian, dan untuk menentukan VOI atau VOC baru, WHO berkomitmen untuk menyoroti ini guna mendukung prioritas pemantauan dan penilaian lebih lanjut. 

Enam varian baru virus corona yang masuk kategori VoI:  

  • B.1.525 pertama kali ditemukan di Inggris dan Nigeria
  • B.1.427/B.1.429 pertama kali ditemukan di Amerika Serikat
  • B.1.1.28.2 alias P.2 pertama kali ditemukan di Brasil
  • B.1.1.28.3 alias P.3 pertama kali ditemukan di Filipina dan Jepang
  • B.1.526 dengan E484K atau S477N pertama kali ditemukan di Amerika Serikat
  • B.1.616 pertama kali ditemukan di Prancis

Selanjutnya: WHO: Pandemi virus corona masih jauh dari selesai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×