Walau Ada BI-Fast, Transaksi Transfer Dana via Kliring Tetap Ramai

Sabtu, 25 Juni 2022 | 07:50 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Walau Ada BI-Fast, Transaksi Transfer Dana via Kliring Tetap Ramai


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kehadiran layanan transfer dana melalui Bank Indonesia Fast Payment (BI-Fast) yang lebih murah tak serta merta mematikan bisnis sistem kliring nasional (SKNBI). Dengan BI-Fast, biaya yang dikenakan Rp 2.500, lebih murah dari kliring sebesar Rp 2.900.

Sebenarnya, ongkos kirim dana melalui SKNBI telah dipotong oleh BI sejak April 20202 sebagai bagian dari relaksasi menghadapi pagebluk Covid-19. Sebelum itu, nasabah harus membayar Rp 3.500 sekali menggunakan transfer via kliring. 

Guna mendorong pemulihan ekonomi, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bank sentral Melanjutkan masa berlaku kebijakan tarif SKNBI sebesar Rp1 dari Bank Indonesia ke bank dan maksimum Rp2.900 dari bank kepada nasabah, dari semula berakhir 30 Juni 2022 menjadi sampai dengan 31 Desember 2022.

Berdasarkan data BI sepanjang tahun 2022 hingga Mei 2022, jumlah transaksi SKNBI meningkat 8,94% year on year (yoy) dari 25,24 juta kali menjadi 27,47 juta transaksi. Sedangkan nilainya transaksi kliring naik 4,75% yoy dari Rp 725,60 triliun menjadi Rp 760,09 triliun di lima bulan pertama 2022.

Baca Juga: Ditopang Sektor Perdagangan dan Pengolahan, Kredit Korporasi Bank Bjb Tumbuh 37%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencermati penggunaan SKNBI banyak digunakan oleh nasabah ritel. Mengingat tarif biayanya yang lebih murah dibandingkan transfer dana melalui transfer online lainnya.

Direktur IT dan Digital BTN Andi Nirwoto menyatakan sistem SKNBI juga digunakan untuk penyaluran dana pemerintah melalui  SPAN. Sejalan dengan adanya relaksasi tarif biaya transfer SKNBI yang diberikan Bank Indonesia sejak tahun 2020, volume transaksi melalui SKNBI juga mengalami peningkatan sebesar 15%  per tahun.

“Sejak diimplementasikannya sistem BI-Fast pada akhir 2021 maka terjadi shifting pengguna layanan SKNBI ke sistem BI-Fast. Lantaran transaksi lebih cepat, real time dan murah, dimana dana transaksi dapat langsung masuk ke rekening penerima secara real time,” ujar Andi kepada Kontan.co.id pada Jumat (24/6).

Andi memprediksi tren ke depannya sejalan dengan pengembangan dan penambahan fitur layanan sistem BI-Fast oleh BI sebagai Penyelenggara, maka BIFAST dapat menjadi salah satu pilihan favorit bagi nasabah dalam melakukan transaksi ritel.

“Karena sistem BIFAST dapat beroperasi selama 24/7 dan dapat diakses melalui berbagai channel yang disediakan oleh Bank seperti mobile banking, internet banking dan loket (over the counter) sehingga otomatis menjadi pilihan nasabah,” paparnya. 

Baca Juga: BRI Salurkan Kredit Korporasi Rp 184,35 Triliun Per Mei 2022

Adapun Direktur BCA Santoso Liem menyatakan SKNBI merupakan infrastruktur yang digunakan oleh BI dalam Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal. Sistem ini untuk memproses Data Keuangan Elektronik pada Layanan Transfer Dana, Layanan Kliring Warkat Debit, Layanan Pembayaran Reguler, dan Layanan Penagihan Reguler. 

“Di BCA, transaksi SKNBI lebih digunakan oleh nasabah organisasi ataupun korporasi. Di sisi lain, sampai dengan Mei 2022, transaksi BI Fast di BCA mencapai lebih dari 800.000 transaksi yang didominasi oleh nasabah individu,’ jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru