kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Utilisasi Pabrik Masih 70%, CLPI Belum Berencana Ekspansi Pabrik pada Tahun Ini


Rabu, 20 Juli 2022 / 09:07 WIB
Utilisasi Pabrik Masih 70%, CLPI Belum Berencana Ekspansi Pabrik pada Tahun Ini
ILUSTRASI. Colorpak Indonesia (CLPI) belum memiliki rencana ekspansi di tahun 2022

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) belum memiliki rencana ekspansi di tahun 2022.

Direktur CLPI, Antoni Gunawan mengatakan,utilisasi produksi pabrik tinta perusahaan masih berkisar 70% dari total kapasitas produksi terpasang.

Dengan begitu, CLPI masih bisa menggunakan ruang kapasitas yang tersisa untuk memacu produksi. Pada kondisi ideal, utilisasi produksi pabrik perusahaan biasanya mencapai 80%. Angkanya tidak full mencapai 100% lantaran adanya kegiatan maintenance rutin pabrik

“Di tahun 2022 kami enggak ada ekspansi karena kapasitas kami masih memadai,” ujar Antoni saat ditemui usai acara public expose perusahaan, Selasa (19/7).

Baca Juga: Siap-siap, Colorpak Indonesia (CLPI) Bakal Menebar Dividen Rp 71,21 Per Saham

Saat ini CLPI memiliki 2 pabrik tinta yang tersebar di 2 lokasi. Satu di antaranya berlokasi di Tangerang dengan kapasitas .300 metrik ton (MT) per bulan, sedang satu lainnya berlokasi  di Gresik dengan kapasitas 750 MT per bulan.

Lini usaha manufaktur tinta cetak dan coating berkontribusi sekitar 50% dalam komposisi penjualan CLPI, sedang sisanya berasal dari lini usaha perdagangan untuk produk film sekitar 29% dan adhesive 21%.

Di tahun 2022 ini, CLPI mengincar target penjualan Rp 925 miliar di tahun 2022. Jumlah tersebut melampaui realisasi pendapatan konsolidasi CLPI di tahun 2021 yang berjumlah Rp 838,13 miliar.

Sementara itu, untuk kinerja bottom line, manajemen CLPI memproyeksikan adanya potensi penurunan laba bersih sekitar 10%-20% lantaran adanya kenaikan harga-harga bahan baku produk tinta yang menggerus margin laba. 

Di tiga bulan pertama 2022 ini, CLPI sudah membukukan penjualan neto  Rp 229,68 miliar pada periode Januari-Maret 2022, naik 11,13% jika dibandingkan realisasi Januari-Maret 2021 yang berjumlah  Rp 206,67 miliar.

 

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih CLPI mengalami penurunan  47,40% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula Rp 14,86 miliar pada Januari-Maret 2021 menjadi Rp 7,81 miliar pada Januari-Maret 2022.

“Kami mengalami peningkatan (harga) raw material signifikan sejak terjadinya Perang Ukraina dan Rusia, di mana terjadi kelangkaan minyak sehingga (harga) raw material kita mengalami peningkatan,” tutur Antoni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×