kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Utang Indonesia Naik, Begini Saran Ekonom


Kamis, 27 Oktober 2022 / 08:15 WIB
Utang Indonesia Naik, Begini Saran Ekonom

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Utang Indonesia makin meningkat, setidaknya selama beberapa tahun belakangan. Seiring dengan membengkaknya utang, beban bunga utang Indonesia juga meningkat. 

Analis Makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, beban bunga utang memang merupakan belanja yang tidak produktif. 

“Tetapi bila utang yang digunakan untuk hal yang produktif, maka akan baik dampaknya ke ekonomi. Sehingga bisa membuat porsi bunga dan utangnya mengecil bila dibandingkan PDB,” terang Faiz kepada Kontan.co.id, Rabu (26/10). 

Faiz menambahkan, kondisi ini disebut dengan debt productivity (produktivitas utang) atau debt generating growth

Baca Juga: Kenaikan Utang Perlu Diimbangi dengan Dorongan Ekonomi

Sejauh ini, Faiz melihat utang yang ditarik pemerintah memang digunakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dengan merealisasikan belanja lain yang lebih produktif. Dengan demikian, rasio utang terhadap PDB bisa menurun. 

Meski begitu, Faiz tetap mengimbau pemerintah menerapkan strategi untuk meminimalkan risiko utang ke depan. Pertama, mengoptimalkan utang dalam mata uang rupiah mengingat ketidakpastian global yang bisa meningkatkan volatilitas. 

Kedua, front loading penerbitan surat utang, di tengah tren peningkatan suku bunga yang diperkirakan masih berlanjut. Ketiga, pengelolaan tenor utang sesuai dengan proyek yang akan dibiayai, yaitu tenor pendek untuk proyek jangka pendek dan tenor panjang untuk proyek jangka panjang agar menghindari maturity mismatch

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×