kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Untuk orang dengan sistem kekebalan terganggu, AS izinkan booster vaksin COVID-19


Jumat, 13 Agustus 2021 / 23:05 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada Kamis (13 Agustus) mengesahkan dosis booster vaksin COVID-19 dari Pfizer Inc dan Moderna Inc untuk orang dengan sistem kekebalan yang terganggu.

Beberapa negara lain, seperti Israel dan Jerman, berencana atau telah memberikan suntikan ketiga alias booster untuk menghindari gelombang wabah lain karena kemunculan varian Delta yang sangat menular.

Para ilmuwan masih terbagi atas penggunaan booster vaksin COVID-19 secara luas di antara mereka yang tidak memiliki masalah mendasar, Sebab, manfaat suntikan ketiga masih belum ditentukan.

Pfizer mengatakan, kemanjuran vaksin yang mereka kembangkan bersama BioNTech menurun seiring waktu, mengutip sebuah penelitian yang menunjukkan efektivitas 84% dari puncak 96% empat bulan setelah dosis kedua.

Baca Juga: Jadi booster, ini efek samping vaksin Covid-19 Moderna yang banyak terjadi

Moderna juga menyatakan, melihat kebutuhan untuk dosis booster, terutama karena varian Delta telah menyebabkan infeksi "terobosan" pada orang yang sudah divaksinasi lengkap.

Ubah otorisasi penggunaan darurat 

Mengutip Reuters, FDA pada Kamis mengubah otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin untuk memungkinkan dosis tambahan pada individu tertentu, khususnya untuk penerima transplantasi organ padat atau mereka yang didiagnosis dengan kondisi yang dianggap memiliki tingkat immunocompromise yang setara.

Laporan infeksi di antara orang yang divaksinasi dan kekhawatiran tentang berkurangnya perlindungan telah mendorong negara-negara kaya untuk mendistribusikan suntikan booster, bahkan ketika banyak negara berjuang untuk mengakses dosis vaksin pertama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu menyerukan moratorium booster vaksin COVID-19 hingga setidaknya akhir September.

Baca Juga: Ini alasan Singapura pesan lebih banyak lagi vaksin Sinovac



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×