kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Umrah Mandiri Dinilai Berisiko: Banyak Air Mata di Balik Kisahnya


Sabtu, 25 Oktober 2025 / 04:32 WIB
Umrah Mandiri Dinilai Berisiko: Banyak Air Mata di Balik Kisahnya
ILUSTRASI. Pengesahan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan umrah mandiri memicu perdebatan. Saudi Press Agency/Handout via

Reporter: Vina Elvira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pengesahan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan umrah mandiri memicu perdebatan di kalangan pelaku industri perjalanan religi.

Salah satu pelaku usaha, Direktur Nasuha Travel and Tour H. Firmansyah, menilai kebijakan ini tidak hanya merugikan para pengusaha travel, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi calon jemaah itu sendiri.

Menurutnya, konsep umrah mandiri menyimpan risiko besar, terutama terkait keamanan dan perlindungan jamaah di Tanah Suci.

“Umrah mandiri memang terlihat indah di brosur. Tapi kenyataannya, banyak air mata di balik kisahnya. Tak ada perlindungan, tak ada kepastian bahkan kadang, tak ada yang bisa menjemput jenazah yang tak sempat pulang,” ungkap Firmansyah kepada Kontan.co.id, Jumat (24/10/2025).

Dari sisi industri, kebijakan yang membolehkan umrah mandiri juga dikhawatirkan menekan kinerja bisnis para penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah. Iming-iming biaya murah bisa membuat calon jemaah tergoda untuk berangkat tanpa melalui penyedia resmi.

Baca Juga: Umrah Mandiri Sah: Pahami Aturan & 5 Syarat Terbaru UU Haji

Namun, Firmansyah menegaskan bahwa biaya umrah mandiri justru bisa lebih tinggi dan tidak pasti dibanding menggunakan jasa travel resmi.

“Umrah mandiri terkesan murah, biasa minta tambahan saat di Tanah Suci. Sedangkan umrah dengan travel ada harga murah dan harga VIP, yang membedakan hanya hotel saja,” jelasnya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah komponen biaya yang kerap terabaikan dalam skema umrah mandiri, seperti biaya makan harian, transportasi lokal, hingga bayaran pemandu (guide) selama berada di Tanah Suci.

Selain itu, ketiadaan perlindungan hukum dan risiko penipuan membuat umrah mandiri dinilai jauh lebih berbahaya.

Tonton: Pemerintah Akan Dirikan Kementerian Haji & Umrah, Dijamin Bebas Korupsi

“Intinya, biaya umrah mandiri lebih tinggi. Sedangkan dengan jasa travel sudah diproses dan di-press lebih murah dan nyaman,” kata Firmansyah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×