Total Bangun Persada (TOTL) Belum Berdampak Kenaikan Harga Besi dan Baja

Kamis, 06 Oktober 2022 | 07:15 WIB   Reporter: Vina Elvira
Total Bangun Persada (TOTL) Belum Berdampak Kenaikan Harga Besi dan Baja


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan jasa konstruksi, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) masih melakukan peninjauan lebih lanjut kenaikan harga bahan baku material besi & baja terhadap beban operasional perusahaan. Menurut Manajemen, sampai saat ini belum ada dampak signifikan dari kenaikan tersebut. 

"Kinerja Perusahaan belum terlalu berdampak di tahun ini. Apabila diperlukan penyesuaian akan ditindak lanjuti case by case," ungkap Corporate Secretary Total Bangun Persada Anggie S. Sidharta, kepada Kontan.co.id, 

Anggie menjelaskan, perubahan harga bahan baku material yang terjadi saat ini masih cukup fluktuatif. Dengan demikian, masih perlu dicermati dan dimonitor secara seksama agar Perusahaan dapat mempersiapkan langkah-langkah lanjutan.

Baca Juga: Hingga Agustus 2022, Total Bangun Persada (TOTL) Raih Kontrak Baru Rp 1,23 Triliun

Meski begitu, perusahaan juga tetap menjalankan sejumlah strategi untuk mempertahankan kinerja di tengah kenaikan harga bahan baku. Di antaranya dengan melakukan efisiensi dan juga optimalisasi pada kinerja hingga biaya operasi. 

Hingga Agustus 2022, TOTL berhasil meraih nilai kontrak baru sebesar Rp 1,23 triliun, yang terdiri dari proyek bangunan sekolah, hotel, pusat perbelanjaan dan mixed use. Capaian ini setara dengan 62% dari total target kontrak baru  sebesar Rp 2 triliun.

Dia menambahkan, perseroan juga kini tengah mengikuti proses tender dengan besaran pipeline sekitar Rp 11,7 triliun dengan komposisi pembangunan gedung Industri, Apartemen, Pusat Perbelanjaan, Hotel, Data Centre, dan lain-lain.

"Tahun 2022, target TOTAL menargetkan pendapatan sebesar Rp 2 triliun dan laba bersih sebesar Rp 75 miliar," tambahnya. 

 

 

Total Bangun Persada meraup pendapatan usaha sebesar Rp 1,11 triliun pada semester I-2022, atau meningkat 31,74% dibandingkan pendapatan usaha pada semester I-2021 sebesar Rp 845,62 miliar. 

Sementara itu, dari sisi laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, TOTL berhasil meraup sebesar Rp 44,28 miliar. Hasil ini turun 14% dari semula Rp 51,49 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru