TOPS Raih Kontrak Baru Sebesar Rp 303 Miliar Hingga Pertengahan Desember 2021

Kamis, 23 Desember 2021 | 07:05 WIB   Reporter: Venny Suryanto
TOPS Raih Kontrak Baru Sebesar Rp 303 Miliar Hingga Pertengahan Desember 2021


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten konstruksi swasta, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) telah  kantongi kontrak baru sebesar Rp 303 miliar per 16 Desember 2021. Sementara sampai akhir tahun nilai kontrak yang dibidik sebesar Rp 1,5 triliun. 

Direktur Totalindo Eka Persada Salomo Sihombing menuturkan, perolehan kontrak baru yang di raih di kontribusi oleh proyek residential sebesar 53%, kemudian office 18% dan lainnya 29%. Di samping itu, TOPS juga masih mengerjakan 13  proyek yang masih berjalan diantaranya proyek Kingland Avenue Apartement dengan nilai kontrak Rp 273,7 miliar dengan progres mencapai 77,21%. 

Kemudian proyek marketing galery Alam Sutera Apartement dengan nilai kontrak Rp 13,8 miliar dan progres pengerjaan sekitar 10,24%, ada juga proyek The South Condo One Avenue Batam dengan nilai kontrak Rp 40,4 miliar dengan progres mencapai 11,94%. 

Baca Juga: Totalindo Eka Persada (TOPS) lakukan topping off proyek 31 Sudirman Suites Makassar

“Kami juga menggarap proyek Klapa Village Tower B dengan nilai kontrak mencapai Rp 315 miliar dan progresnya sudah 61,82%,” ujar dia dalam paparan Public Expose yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (22/12). 

Adapun di tahun 2022, perseroan juga telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis seperti memperluas pasar di daerah yang potensial dan masih berkembang dalam pembangunannya, memperluas segmen pasar di sektor infrastruktur dan industrial, serta meningkatkan performa sektor bisnis properti sebagai reccuring income bagi perseroan. 

 

 

Dia juga menambahkan, dengan strategi yang di lakukan maka perseroan membidik target kontrak baru sebesar Rp 1,7 triliun di tahun 2022. “Kami optimis bisnis di sektor konstruksi akan kembali pulih dan bangkit seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Meskipun pandemi masih membayangi. Sehingga kami berharap vaksinasi bisa diselesaikan oleh pemerintah,” tutup dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru