Tigaraksa Satria (TGKA) mulai menjajaki dua lini bisnis baru di tahun ini

Senin, 27 September 2021 | 08:05 WIB   Reporter: Vina Elvira
Tigaraksa Satria (TGKA) mulai menjajaki dua lini bisnis baru di tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) tengah menjajaki dua lini bisnis anyar tahun ini, salah satu bisnis tersebut adalah cold chain product. Manajemen menyebut, lini bisnis ini diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, lantaran kategori produk makanan dan minuman masih akan terus membutuhkan fasilitas cold chain untuk ke depannya. 

"Target TGKA adalah menjadi one-stop solution jasa logistik dan distribusi, untuk kategori  dry atau frozen dan chilled products," ungkap Sekretaris Perusahaan Tigaraksa Satria, Syahrizal Sabir saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (24/9).

Syahrizal melanjutkan, TGKA seraya optimistis dengan pertumbuhan lini bisnis anyar ini lantaran didukung oleh beberapa keunggulan yang dimiliki perusahaan. Seperti misalnya, jangkauan operasional yang kuat, dan juga infrastruktur, jaringan distribusi, serta sistem IT yang sudah terbangun. "Tentunya punya kompetensi yang memadai untuk merambah ke lini distribusi Cold Chain," kata dia. 

Perseroan sendiri telah menjajaki kerja sama dengan beberapa prinsipal yang kategori produknya sesuai dengan lini bisnis cold chain, seperti processed meat product, dairy product, keju, coklat, dan juga es krim.

Pada semester pertama, TGKA telah berhasil melakukan kerjasama distribusi dengan empat prinsipal anyar di lini bisnis cold chain product. Di antaranya, PT Gonusa Prima Distribusi (produk susu segar pasteurisasi), PT ABC Kogen Dairy (produk susu segar pasteurisasi), PT Jala Sembilan produk frozen seafood), dan terakhir PT Aqua Farm Nusantara (produk frozen seafood).

Baca Juga: Tigaraksa Satria (TGKA) raih 8 prinsipal anyar di semester I-2021

Namun demikian, perseroan juga kini tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan beberapa prinsipal lain. Tapi karena masih dalam tahap pembicaraan awal, TGKA belum bisa membeberkan detailnya saat ini. Selain merambah ke bisnis cold chain product, sejak Juni tahun ini, TGKA juga melakukan spin-off (pengalihan) unit bisnis Smart Family ke entitas usaha, PT Tira Satria Niaga. 

Tujuan spin-off tersebut, selain untuk memenuhi ketentuan yang ada di UU Ciptaker, juga agar aktivitas usaha direct selling  dan E-Commerce bisa lebih fokus dikelola serta dikembangkan di anak usaha perseroan. 

Syahrizal menyebut, saat ini aktivitas usaha E-Commerce di PT Tira Satria Niaga masih dalam tahap pengembangan, melalui platform TiraCommerce (enabler) dan TiraMart (online market place). "Secara umum peluang pertumbuhan e-commerce ini cukup baik, tapi detail datanya belum dapat kami informasikan saat ini," sebutnya. 

 

 

Sebagai informasi, hingga semester I-2021, TGKA tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 5,94 triliun. Jumlah itu menyusut 10,63% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 6,65 triliun. 

Sementara dari sisi bottom line, terpantau meningkat dengan torehan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 250,52 miliar, atau tumbuh sekitar 6,10% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2020 senilai Rp 236,11 miliar. 

Selanjutnya: Tigaraksa Satria (TGKA) serap capex 36% hingga kuartal II-2021, untuk apa saja?

 

Editor: Handoyo .
Terbaru