kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

The Fed diprediksi mulai kebijakan tapering pada November 2021, begini kesiapan BI


Rabu, 22 September 2021 / 07:05 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pengurangan likuiditas (tapering off) dari bank sentral Amerika Serikat (AS) bakal terjadi dalam waktu dekat. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kemungkinannya, The Fed akan melakukan tapering off dimulai pada November 2021 dan berlanjut di tahun 2022. Namun, Perry mengingatkan, tapering off yang dilakukan oleh The Fed ini bukan berarti peningkatan suku bunga The Fed. 

“Kami ingatkan, bahwa tapering off itu terkait pengurangan likuiditas. Bukan kenaikan Fed Fund Rate. Baru, kemungkinan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate di kuartal III-2022,” ujar Perry, Selasa (21/9) via video conference. 

Nah, tentu saja pengurangan likuiditas ini akan membawa dampak pada Indonesia. Untuk itu, Perry sudah mempersiapkan kuda-kuda untuk menghalau dampak negatif dari tapering off. 

Baca Juga: BI tahan suku bunga acuan, sektor-sektor saham ini bisa jadi pilihan

Pertama, dengan melakukan stabilitas nilai tukar rupiah lewat triple intervention, yaitu intervensi di pasar spot, pasar DNDF, dan bahkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas oleh asing di pasar sekunder. 

Kedua, BI bersama dengan pemerintah akan terus menjaga imbal hasil SBN agar tak melonjak tinggi tetapi masih menjadi preferensi investor, untuk menjaga masih adanya aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri. 

Ketiga, BI rajin melakukan stress test untuk mengetahui seberapa besar dampak tapering off ini ke pasar keuangan domestik. Sejauh ini, Perry melihat dampak tapering off pada Indonesia mini. 

Hal ini seiring dengan komunikasi The Fed yang jelas, nilai tukar rupiah yang stabil, dan ketahanan eksternal Indonesia yang kuat karena rendahnya defisit transaksi berjalan atau current deficit account (CAD) dan tebalnya cadangan devisa. 

Selanjutnya: BI sudah lakukan injeksi likuiditas sebesar Rp 122,30 triliun hingga pekan lalu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×