Ekonomi

Terus naik, laba CIMB Niaga Syariah capai Rp 459 miliar di kuartal I-2021

Jumat, 25 Juni 2021 | 06:40 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Terus naik, laba CIMB Niaga Syariah capai Rp 459 miliar di kuartal I-2021

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Unit usaha syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk terus mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2021. Hal tersebut tercermin dari perolehan laba CIMB Niaga Syariah yang mencapai Rp 459 miliar pada periode yang berakhir 31 Maret 2021, naik 42,5% year on year (yoy).

Selain laba, aset CIMB Niaga Syariah juga meningkat menjadi Rp 45,4 triliun per akhir Maret 2021, tumbuh 7,2% yoy. Dengan realisasi ini, CIMB Niaga Syariah dapat mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia dari sisi aset. 

Selain itu, share of book atau porsi aset terhadap induk juga terus meningkat, menunjukkan bahwa CIMB Niaga Syariah sangat serius dalam mengembangkan perbankan syariah. Adapun kualitas aset dapat terjaga dengan baik, tercermin dari rasio non-performing financing (NPF) yang hanya sebesar 0,9%.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara menerangkan, nilai aset yang dibukukan CIMB Niaga Syariah ditopang oleh penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing sebesar Rp 32,4 triliun dan Rp 29,6 triliun per 31 Maret 2021. 

Baca Juga: Obligasi Bank Cimb Niaga kantongi peringkat idAAA dari Pefindo

Adapun rasio current account savings account (CASA) tercatat sebesar 50,2% pada kuartal pertama 2021, naik 11,8% yoy. 

Sebagai UUS dengan fasilitas perbankan digital yang lengkap, CIMB Niaga Syariah terus mengoptimalkan layanan digital untuk meningkatkan customer experience, diantaranya melalui OCTO Mobile yang dirancang layaknya Super App. 

“Dalam kondisi saat ini, kami menyadari nasabah memiliki aspirasi yang meningkat terhadap akses finansial yang cepat, lengkap, dan mudah. Oleh karenanya, kami terus menghadirkan beragam fitur yang relevan di platform digital kami, khususnya OCTO Mobile, sebagai solusi bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan perbankan secara lebih sehat dan aman, mulai dari menabung, bertransaksi, berinvestasi, hingga pembiayaan sesuai kebutuhan,” jelas Pandji dalam paparan virtual pada Kamis (24/6).

 

Selanjutnya: Bank Mandiri catat pertumbuhan kredit 3,29% yoy per Mei 2021

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru