Tertundanya proyek strategis nasional jadi penyebab turunnya kinerja Voksel (VOKS)

Sabtu, 04 September 2021 | 07:50 WIB   Reporter: Vina Elvira
Tertundanya proyek strategis nasional jadi penyebab turunnya kinerja Voksel (VOKS)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi pandemi Covid-19 masih menjadi penghambat pertumbuhan kinerja emiten produsen kabel, PT Voksel Electric Tbk (VOKS). Banyaknya proyek strategis nasional yang ditunda menyebabkan permintaan produk kabel pun ikut menurun.

Sedikit gambaran, VOKS membukukan penurunan pendapatan bersih sebesar 16,18% di semester I-2021. Dari sebelumnya Rp 974,12 miliar menjadi Rp 816,50 miliar. Manajemen menyebut, pendapatan di semester pertama utamanya didorong oleh penjualan kabel listrik, seperti kabel kawat tembaga, kabel medium voltage, dan kabel serat optik.

"Jika dilihat dari segmen market perseroan, sektor swasta menjadi kontributor pendapatan utama perseroan, disusul oleh PLN dan perusahaan BUMN lainnya," ungkap Sekretaris Perusahaan VOKS Sachje Amalia Siddharta saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (2/9). 

Secara lebih rinci, mengutip laporan keuangan perseroan, pendapatan bersih VOKS di semester I-2021 ditopang oleh penjualan lokal sebesar Rp 815,87 miliar. Realisasi tersebut menurun 16,18% dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun lalu. 

Baca Juga: Voksel Electric (VOKS) fokus realisasikan proyek di semester II-2021

Sementara untuk penjualan ekspor tercatat sebesar Rp 624,64 juta atau turun 14,25% secara tahunan dari penjualan di semester I-2020. 

Meskipun kinerja di semester pertama terhambat oleh lonjakan pandemi yang kembali menyerang Tanah Air, VOKS tetap berupaya untuk mencapai kinerja terbaik di tahun ini. Sachje bilang, perseroan akan terus melakukan peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas di internal perusahaan guna mempertahankan kinerja perseroan di sepanjang tahun 2021.  

"Selain itu, fokus utama Perseroan juga melakukan follow up terhadap proyek-proyek dengan beberapa mitra bisnis yang berpotensi diwujudkan pada semester kedua tahun 2021," tambah Sachje. 

 

 

Dengan realisasi proyek-proyek di semester kedua tahun ini, perseroan pun memproyeksikan pendapatan akan meningkat sekitar 17% dibandingkan pencapaian di tahun 2020. Dengan catatan pandemi Covid-19 akan semakin terkontrol begitu juga dengan kegiatan perekonomian nasional yang semakin membaik. 

"Di tengah besarnya tantangan yang dihadapi, perseroan tetap melihat adanya peluang yang bisa dimaksimalkan," pungkasnya. 

Per 30 Juni 2021, VOKS harus membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 72,10 miliar. Sedangkan per 30 Juni 2020 lalu perusahaan ini masih meraup laba bersih senilai Rp 21,93 miliar. 

Selanjutnya: Pendapatan turun, Voksel (VOKS) catat rugi bersih Rp 72,10 miliar di semester I-2021

 

Editor: Handoyo .
Terbaru