Terbitkan MTN Rp 500 miliar, BRI Finance kebanjiran peminat

Selasa, 21 September 2021 | 06:10 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Terbitkan MTN Rp 500 miliar, BRI Finance kebanjiran peminat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rencana PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menerbitkan surat utang menghasilkan berkah. Seperti diketahui, BRI Finance menawarkan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN) dengan nilai Rp 500 miliar.

Surat utang bertajuk MTN II BRI Finance tahun 2021 ini memberi bunga tetap 6,4% per tahun. Sementara jangka waktu penerbitan MTN ini selama tiga tahun.

MTN ini akan didistribusikan secara elektronik pada 17 September 2021. Sehingga akan jatuh tempo pada 17 September 2024. Berdasarkan rilis di situs Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 15 September 2021, BRI Finance akan membayar bunga setiap tiga bulan sekali.

Sehingga pembayaran bunga pertama akan dibayarkan pada tanggal 17 Desember 2024. BRI Finance menunjuk PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai agen pemantau dan PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai arranger.

Direktur Utama BRI Multifinance Indonesia Azizatun Azhimah mengatakan, penerbitan surat utang ini sebagai upaya perusahaan melakukan diversifikasi sumber pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.

Baca Juga: MTN BRI Multifinance senilai Rp 500 miliar meraih peringkat idAA

"Penerbitan MTN  ini sangat diminati oleh investor. Terbukti dengan banyaknya investor yang berminat pada penerbitan MTN II BRI Finance dengan rating AA dari Pefindo hingga mengalami oversubscribe," kata Azizatun, Senin (20/9).

Menurutnya, momentum penerbitan surat utang dinilai tepat di tengah tingkat suku bunga pasar yang relatif rendah, ketersediaan likuiditas pasar yang melimpah dan turunnya ekspansi banyak korporasi akibat pandemi. Disertai dengan minimnya jumlah penerbitan surat utang korporasi dibandingkan sebelum Covid-19.

Rencananya, dana penerbitan tersebut akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi pembiayaan baru. Saat ini BRI Finance terus mengembangkan bisnisnya baik untuk pembiayaan otomotif seperti mobil, motor dan  kendaraan transportasi lain.

"Kemudian barang-barang modal, refinancing, modal kerja dan sewa operasi (operating lease) untuk kendaraan," tutupnya.

 

Selanjutnya: Tumbuh 132,70%, FKS Multi Agro (FISH) raup laba US$ 16,21 juta di semester I 2021

 

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru