Tembus US$ 600 miliar, IPO global catatkan rekor tahun ini

Senin, 22 November 2021 | 09:25 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Tembus US$ 600 miliar, IPO global catatkan rekor tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) global memecahkan rekor baru tahun ini didorong oleh ledakan perusahaan cek kosong dan perusahaan bervaluasi tinggi.

Hingga pertengahan November 2021, sebanyak 2.850 perusahaan dan special purpose acquisition companies (SPAC) telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$ 600 miliar lewat IPO. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, capaian tersebut telah mengalahkan rekor yang dicapai pada tahun 2017. 

Startup truk listrik Rivian Automotive Inc memimpin perolehan dana IPO tertinggi di Amerika Serikat (AS) tahun ini yakni hampir mencapai US$ 12 miliar. 

Di Asia, China Telecom Corp berhasil memimpin dengan menghimpun dana IPO senilai US$4 8,4 miliar pada Agustus lalu. Sementara di Eropa,  perusahaan penyedia loker paket Polandia, InPost SA menduduki peringkat teratas dengan meraih US$ 3,2 miliar saat listing di Amsterdam pada Januari lalu. 

Perusahaan-perusahaan ini diuntungkan karena IPO saat pasar saham berada di rekor tertinggi tahun ini seiring dengan dukungan bank sentral yang terus mengalirkan uang tunai ke pasar di tengah pandemi Covid-19. 

Baca Juga: Startup truk listrik Tevva raih pendanaan senilai US$ 57 juta

Namun, kegilaan SPAC yang mencapai puncaknya pada awal tahun  ini mulai mendingin dengan pengawasan peraturan yang dirilis regulator. Tindakan keras China terhadap perusahaan teknologi selama musim panas mengirimkan gelombang kejutan melalui pasar global, menghentikan lonjakan IPO perusahaan China di AS dan membayangi pasar IPO Hong Kong.

Melonjaknya pembelian ritel yang membuat pasar saham naik bagai rollercoaster tahun ini, bersama dengan selera investor untuk sektor-sektor panas telah memicu beberapa post-listing yang memusingkan. 

Rivian, yang belum menghasilkan pendapatan, meningkat lebih dari dua kali lipat dalam beberapa sesi pertamanya. Dalam singkat, perusahaan ini berhasil melampaui nilai pasar Volkswagen AG. Sementara SK Bioscience Co ari Korea melonjak 160% dalam debutnya pada Maret lalu.

Keuntungan besar ini telah mengipasi kekhawatiran akan terjadinya gelembung. Indeks S&P 500 diperdagangkan lebih dari 21 kali proyeksi pendapatan di tahun depan, jauh di atas rata-rata 10 tahun. Saham mendekati level termahal sejak gelembung dot-com tahun 2000.

Susannah Streeter, Analis Senior Hargreaves Lansdown Plc mengatakan, pasar saham bisa menuju koreksi karena program stimulus monter mulai dikurangi dan jika pertumbuhan ekonomi global melambat tajam. "Perusahaan yang dinilai terlalu tinggi akan merasakan sakitnya jauh lebih cepat daripada yang lain," katanya dikutip Bloomberg, Minggu (21/11). 

Manajer dana menjadi lebih pemilih di tengah banyaknya transaksi dan banyak yang melihat keuntungan awal menghilang. Saingan TikTok, Kuaishou Technology, adalah salah satu IPO terberat tahun 2021, turun 16% di bawah harga listingnya setelah saham awalnya naik lebih dari tiga kali lipat. Hasil IPO tahun 2021 di AS dan Eropa sekarang rata-rata berkinerja di bawah tolok ukur ekuitas regional.

Beberapa saham IPO langsung terkoreksi. Kegagalan debut profil tinggi termasuk penurunan 27% pada penyedia pembayaran digital India induk Paytm minggu lalu, penurunan 26% startup pengiriman makanan Inggris Deliveroo Plc dan penurunan 11% dari saham perusahaan asuransi AS Oscar Health Inc pada bulan Maret.

Pembatalan IPO pada paruh kedua tahun ini telah menumpuk.  Diantaranya datang dari perusahaan properti perawatan kesehatan Icade Sante SAS di Prancis, perusahaan perangkat lunak investasi Allvue Systems Holdings Inc. di AS, dan Novotech Health di Hong Kong.

 

Selanjutnya: Mengenal Sugar Glider, Hewan Peliharaan Pengerat yang Istimewa

Editor: Handoyo .
Terbaru