Target rehabilitasi hutan mangrove seluas 630.000 hektare hingga 2024

Selasa, 12 Oktober 2021 | 05:00 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Target rehabilitasi hutan mangrove seluas 630.000 hektare hingga 2024

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Hutan mangrove banyak rusak. Pemerintah pun menargetkan rehabilitasi mangrove nasional dapat mencapai 630.000 hektare di sembilan provinsi prioritas hingga tahun 2024 mendatang.

Rehabilitasi mangrove akan dilakukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beserta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri LHK, Alue Dohong menuturkan, rehabilitasi mangrove berperan penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi dan kedaulatan politik Indonesia berupa keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut lantaran wilayah hutan mangrove berada di pesisir-pesisir yang merupakan titik pangkal terluar untuk batas laut teritorial, zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen wilayah Indonesia dengan batas wilayah laut negara lain di sekitarnya.

"Jangan sampai batas negara ini tergerus oleh abrasi akibat tidak adanya ekosistem mangrove," kata Alue dalam konferensi pers KLHK, Senin (11/10).

Baca Juga: Jokowi targetkan rehabilitasi mangrove sebanyak 34 ribu hektare

Perbaikan ekosistem mangrove secara paralel akan memperkuat sosial ekonomi masyarakat, serta mendorong pembangunan hijau melalu green economy.

Alue menyebut, ekosistem mangrove memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai lahan budidaya ikan, kepiting, udang melalui pola silvofishery, pengolahan produk mangrove non-kayu, serta wisata alam juga memperkuat pengembangan kawasan industry yang hijau (green industrial park).

Sejak tahun 2020, pemerintah telah menjadikan program rehabilitasi mangrove menjadi salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). PEN melalui penanaman mangrove telah menyerap ratusan ribu hari orang kerja (HOK) melalui penanaman bibit mangrove di ratusan ribu hektar areal pesisir yang terdegradasi.

Melalui magrove, diharapkan menjadi salah satu penyokong dalam pelaksanaan green economy. Alue menyebutkan, data eksisting magrove di Indonesia saat ini seluas 3,36 juta hektare.

Adapun luasan magrove tersebut terdiri dari magrove lebat dengan tutupan di atas 70% seluas 3,1 juta hektare. Kemudian magrove sedang dengan tutupan 30%-70% seluas 167.000 hektare, magrove jarang 42.779 hektare.

Sementara itu, potensi habibat mangrove yang sudah diubah kurang lebih ada seluas 700.575 hektare. Terdiri dari daerah yang telah terabrasi seluas 3.235 hektare, mangrove lahan terbuka 46.569 hektare, mangrove yang terabrasi sekitar 7.341 hektare dan menjadi tambak sekitar 593.000 hektare, serta tanah timpur sekitar 50.000 hektare.

"Target pemerintah akan melakukan rehabilitasi mangrove itu kurang lebih 630.000 hektare sampai tahun 2024," kata Alue.

 

Selanjutnya: Jokowi tinjau mangrove forest di Bali

 

Editor: Khomarul Hidayat
Terbaru