Target Produksi Batubara Belum Berubah Meski 109 Perusahaan Ajukan Revisi RKAB

Rabu, 21 September 2022 | 08:00 WIB   Reporter: Filemon Agung
Target Produksi Batubara Belum Berubah Meski 109 Perusahaan Ajukan Revisi RKAB


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan target produksi batubara nasional 2022 belum berubah. Di sisi lain, sekitar 109 perusahaan batubara telah mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran belanja (RKAB) 2022.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Lana Saria mengungkapkan, target produksi batubara nasional masih berada pada level 663 juta ton untuk tahun 2022.

"Sampai dengan saat ini pemerintah belum ada rencana untuk melakukan perubahan target produksi nasional 2022," jelas Lana kepada Kontan, Selasa (20/9).

Baca Juga: Tunggu RUU Energi Terbarukan, Pengembang Pembangkit Hijau Siap Ramaikan Indonesia

Lana menjelaskan, meskipun ada pengajuan revisi RKAB dari 109 perusahaan batubara, namun bukan berarti semuanya menaikkan produksi. Ada juga perusahaan yang mengajukan revisi untuk penurunan target produksi. Dengan demikian, target produksi batubara nasional masih belum akan berubah.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava menjelaskan, panduan produksi untuk tahun ini ada dikisaran 78 juta ton hingga 83 juta ton.

"Dengan curah hujan yang masih terjadi, kami akan berupaya menormalkan produksi saat cuaca membaik," kata Dileep kepada Kontan belum lama ini.

Kontan mencatat, BUMI sebelumnya menargetkan produksi tahun ini ada di level 81 juta ton sampai 86 juta ton.

Dileep mengungkapkan, curah hujan pada bulan Agustus lalu cukup tinggi sehingga produksi bulan Agustus diperkirakan sebesar 6 juta ton. Sementara itu, produksi untuk semester I 2022 diperkirakan mencapai 36 juta ton.

Sementara itu, Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Febriati Nadira mengatakan, perusahaan belum akan mengubah rencana produksi untuk tahun ini.

"Produksi batubara Adaro tetap mengacu dengan target produksi 2022 yang telah ditetapkan yaitu 58 juta metrik ton hingga 60 juta ton," ungkap Nadira kepada Kontan, Minggu (18/9).

Baca Juga: Pemerintah Dorong Hilirisasi Batubara, Ini Kata Pelaku Usaha

Nadira melanjutkan, saat ini pihaknya masih menjaga pasokan ekspor untuk wilayah Asia Tenggara, China, Asia Timur, India dan Selandia Baru.

Merujuk Minerba One Data Indonesia (MODI), produksi batubara saat ini mencapai 473,23 juta ton atau setara 71,38% dari target nasional sebesar 663 juta ton.

Adapun, realisasi produksi batubara nasional dalam beberapa tahun terakhir selalu berada di atas 550 juta ton. Pada tahun 2018 tercatat produksi mencapai 557,77 juta ton, kemudian produksi meningkat mencapai 616,16 juta ton di tahun 2019.

Selanjutnya, produksi batubara pada tahun 2020 sebesar 565,69 juta ton. Produksi batubara pada tahun 2021 kemudian meningkat menjadi 610,03 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru