kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tahun Ini, Sidomulyo Selaras (SDMU) Incar Pertumbuhan Pendapatan Sekitar 10%


Selasa, 14 Juni 2022 / 06:00 WIB
Tahun Ini, Sidomulyo Selaras (SDMU) Incar Pertumbuhan Pendapatan Sekitar 10%

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sidomulyo Selaras Tbk ingin memacu kinerjanya di tahun 2022. Emiten jasa angkutan bahan kimia dengan kode saham SDMU itu menetapkan target pertumbuhan pendapatan dibanding tahun 2021 di kisaran maksimal 10%.

Bukan tanpa alasan SDMU mengincar pertumbuhan. Direktur Keuangan SDMU, Mesa Indra Naiborhu mengatakan, prospek bisnis di tahun 2022 berpotensi lebih baik dibanding tahun 2021 seiring perkembangan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin membaik. 

Mesa optimistis, kondisi yang demikian dapat meningkatkan permintaan bahan mentah sehingga turut memacu permintaan jasa angkutan bahan kimia.

Baca Juga: SDMU Lolos dari Gugatan PKPU, Pengendali Langsung Borong 76,96 Juta Saham

“Dengan terkelolanya Covid-19 memberikan aura pertumbuhan bagi (industri) manufaktur dan konsumer. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya permintaan bahan mentah, dalam hal ini bahan kimia yang kami transportasikan,” terang Mesa saat dihubungi Kontan.co.id (13/6).

Sebagai pembanding, mengutip laporan keuangan tahunan perusahaan, SDMU membukukan pendapatan bersih Rp 82,62 miliar di tahun 2021. Dus, menurut hitungan kasar Kontan.co.id, pendapatan bersih SDMU berpotensi mencapai sekitar Rp 90,88 miliar jika target maksimal pertumbuhan 10% berhasil direalisasi.

Sejalan dengan optimisme perusahaan, SDMU sudah membukukan pendapatan bersih Rp 23,79 miliar di tiga bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut naik 5,22% dibanding realisasi pendapatan bersih SDMU periode sama tahun 2021 lalu yang sebesar Rp 22,61 miliar. 

Dari hasil pendapatan di tiga bulan pertama, SDMU berhasil mengantongi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,36 miliar pada kuartal I 2022. Sebelumnya, SDMU membukukan rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 6,97 miliar di kuartal I 2021.

Mesa mengaitkan pertumbuhan kinerja SDMU di kuartal I 2022 dengan sejumlah faktor. Pertumbuhan pendapatan SDMU di kuartal I 2022, menurut Mesa, terjadi sejalan dengan perkembangan situasi ekonomi makro ekonomi yang ia duga turut meningkatkan gairah produsen bahan kimia dan memacu permintaan jasa angkut pada segmen pelanggan tersebut.

Sementara itu, pertumbuhan kinerja SDMU pada sisi bottom line diyakini sejalan dengan upaya peningkatan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan.

“Sebagai contoh, pengangkutan bahan kimia dari Cilegon ke Jawa Timur harus diusahakan agar kembali dari Jawa Timur ke Cilegon juga memuat bahan kimia, atau minimal biaya kembalinya armada dari Jawa Timur ke Cilegon sudah diperhitungkan dengan biaya angkutnya,” tutur Mesa mengilustrasikan.

 

“Selain itu, perseroan juga menekan biaya-biaya indirect,” imbuhnya lagi.

Di sisa tahun berjalan 2022 ini, SDMU berstrategi untuk menambah pelanggan baru untuk memacu pendapatan. Target segmennya masih sama, yakni berfokus pada pelanggan di sektor bahan kimia dan minyak mentah. Strategi lainnya, SDMU juga akan terus meningkatkan upaya efisiensi dalam kegiatan bisnis perusahaan.

Sementara ini, SDMU belum merencanakan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex). SDMU optimistis, jumlah armada truk isotank perusahaan yang saat ini berjumlah sekitar 200 unit masih mampu menunjang kegiatan bisnis perusahaan.

“Tahun 2022 belum direncanakan untuk mengadakan capex, dikarenakan perseroan akan memaksimalkan kapasitas armada yang ada saat ini,” ujar Mesa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×