kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45981,95   -5,95   -0.60%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tahun Ini, Kino Indonesia (KINO) Optimistis Cetak Pertumbuhan Kinerja


Selasa, 04 Juli 2023 / 06:15 WIB
Tahun Ini, Kino Indonesia (KINO) Optimistis Cetak Pertumbuhan Kinerja

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produk konsumer, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) menyatakan kinerja tahun ini optimistis membaik. Sekretaris Perusahaan Kino Indonesia Clara Alexandra Linanda menuturkan tahun 2022 lalu pihaknya memang menemui tantangan. Tetapi di kuartal I 2023 ini, KINO melihat adanya pertumbuhan kinerja terutama di segmen personal care.

"Seperti yang telah saya sebutkan, ada upaya yang signifikan untuk tidak hanya meningkatkan efisiensi dari sisi operasi tetapi juga mengubah struktur organisasi untuk meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan kinerja kami," ujar Clara saat dihubungi oleh Kontan, Senin (3/7).

Di kuartal I 2023, jumlah penjualan KINO tercatat senilai Rp 1,03 triliun atau menurun 8,85% dibandingkan pencapaian selama tiga bulan pertama di 2022 yang mencapai Rp 1,13 triliun. Laba bersih tercatat di angka senilai Rp 13,29 miliar atau anjlok 71,36%. 

Segmen personal care meningkat 3,3% alias Rp 11miliar, lalu segmen minuman (beverages) menyumbang kontribusi pendapatan hingga 55% di angka Rp 567 miliar pada pendapatan KINO di kuartal I 2023.

Baca Juga: Grup Salim Masuk di Dewan Direksi, Bumi Resources (BUMI): Hilirisasi Jadi Prioritas

KINO juga menggambarkan bahwa cashflow dari kegiatan operasi tercatat positif sebesar Rp 105 miliar di kuartal I 2023. Perlu diketahui, pada Tahun Buku 2022, KINO menderita rugi bersih Rp 957,03 miliar, padahal setahun sebelumnya masih bisa mencatatkan laba bersih Rp 105,04 miliar.

KINO menjelaskan, penurunan kinerja tersebut diakibatkan oleh naiknya harga bahan baku impor sehingga pihaknya memiliki rencana untuk melakukan penyesuaian harga jual.

Pihaknya menjelaskan bahwa lonjakan harga bahan baku impor yang terjadi sejak masa pandemi Covid-19 dan gejolak geopolitik antara Rusia dan Ukraina telah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja keuangan KINO.

“Dalam hal menaikkan harga, kami juga memiliki elemen yang perlu diperhatikan, termasuk berapa harga jual produk sejenis yang dihasilkan oleh kompetitor dan kami juga melihat kekuatan demand di market,” paparnya.

Sementara itu, mengenai capex KINO enggan menyebutkan hasil realisasinya. KINO berkata, pihaknya ingin fokus memaksimalkan penggunaan semua aset yang dimiliki untuk mendorong pertumbuhan kinerja ke depan.

Clara berkata, meskipun ekonomi dunia masih belum pasti, KINO optimis dengan kinerja Perseroan pada akhir tahun 2023, terutama dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Superkrane (SKRN) Akuisisi Gunanusa Utama Fabricators Rp 213,21 Miliar

"Tantangan terbesar yang kami hadapi sebagai perusahaan lebih kepada faktor makro ekonomi eksternal seperti pemulihan dari pandemi COVID-19, ketidakstabilan harga bahan baku akibat perang, dan nilai tukar mata uang asing," kata dia.

"Melalui ini, kami terus konsisten dalam strategi kami untuk fokus menciptakan produk untuk menjadi pemimpin segmen, rejuvenating merek kami yang sudah ada, mengembangkan bisnis dalam kategori baru, fokus pada peluang pengurangan biaya, mengembangkan infrastruktur distribusi, dan terakhir, fokus pada inovasi, DNA kita," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×