Ekonomi

Tahun ini, Kalbe Farma (KLBF) bidik penjualan alat kesehatan dan diagnostika 8%-10%

Kamis, 17 Juni 2021 | 09:50 WIB   Reporter: Vina Elvira
Tahun ini, Kalbe Farma (KLBF) bidik penjualan alat kesehatan dan diagnostika 8%-10%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui sejumlah entitas anak usahanya  terus berupaya menggenjot kinerja bisnis mereka di sektor alat kesehatan (alkes) dan diagnostika. Presiden Direktur Kalbe, Vidjongtius menyampaikan, di tahun ini Kalbe membidik pertumbuhan penjualan produk alkes dan diagnostika sekitar 8%-10% dari capaian di tahun 2020. 

Vidjongtius tidak memerinci berapa tepatnya angka penjualan produk alkes dan diagnostika di tahun lalu. Namun yang bisa dia katakan adalah kontribusinya masih terbilang mini bila dibandingkan dengan lini bisnis Kalbe yang lain. "Kontribusi sales alkes masih kecil masih sekitar 3%-4% dari total sales," ungkap Vidjongtius kepada Kontaan.co.id, Rabu (16/6). 

Dia menambahkan, produk-produk alkes dan diagnostika yang dipasarkan oleh Kalbe merupakan kombinasi antara produk impor dan lokal. Meskipun begitu, sebagian besar produk yang tersedia masih dipasok dari luar negeri. "Impor masih sekitar 60%-70% dari total produk yang tersedia," tambahnya. 

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Kalbe Farma (KLBF) berpotensi menjadi vaksin gotong royong

Namun, terang Vidnjongtoius, ke depannya Kalbe akan semakin mengoptimalkan produksi alkes dan diagnostika di dalam negeri. Hal itu salah satunya ditempuh melalui penambahan kontrak produksi alkes dan diagnostika lokal. "Seperti masker, cairan reagen, dan masih banyak lagi," terangnya.  

Selain itu, untuk terus meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Kalbe juga mulai gencar melakukan investasi produksi lokal secara bertahap, sehingga dalam jangka panjang, nilai TKDN diproyeksikan bisa menjadi 50%. "Belum semuanya 100% TKDN dan Kalbe mulai investasi di produksi lokal alkes dan diagnostika secara bertahap," jelas dia. 

Hingga saat ini, Kalbe telah memasarkan berbagai produk alkes dan juga diagnostika yang cukup bervariatif, mulai dari mesin, tes diagnostika, spare parts, hingga supplies habis pakai. "Secara jenis produk banyak sekali ada ribuan item," pungkasnya. 

Sedikit informasi, Kalbe membukukan kinerja yang cukup memuaskan pada kuartal I-2021. Melansir laporan keuangan perseroan, Kalbe berhasil mencetak penjualan neto sebesar Rp 6,01 triliun atau tumbuh 3,79% dari penjualan neto di kuartal I-2020 senilai Rp 5,79 triliun. 

Seiring dengan tumbuhnya kinerja penjualan, Kalbe pun berhasil meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 716,46 miliar atau meningkat 7,1% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 669,26 miliar. 

Selanjutnya: Kinerja Kalbe Farma 2021 akan disokong segmen distribusi, simak rekomendasi analis

 

Editor: Handoyo .
Terbaru