kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Tahun ajaran baru menyumbang inflasi Agustus 2021


Kamis, 02 September 2021 / 08:00 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terjadi peningkatan harga (inflasi) pada bulan Agustus 2021, sebesar 0,03% secara bulanan alias month on month (mom), meski lebih rendah dari inflasi Juli 2021 yang sebesar 0,08% mom. 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, peningkatan inflasi pada Agustus 2021 didorong oleh peningkatan biaya pendidikan. 

“Inflasi bulanan pada Agustus 2021 dipengaruhi momen musiman ada tahun ajaran baru, sehingga meningkatkan tarif pendidikan,” ujar Faisal kepada Kontan.co.id, Rabu (1/9). 

Berdasarkan data BPS, kelompok Pendidikan ini mengalami inflasi sebesar 1,20% mom, dengan berkontribusi 0,07 poin persentase kepada tingkat inflasi umum pada bulan Agustus 2021. 

Meski memang masih mengalami inflasi, tetapi tingkat inflasi masih rendah dan terkendali. Faisal pun memperkirakan inflasi akan bergerak meningkat pada kuartal IV-2021.

Baca Juga: Ada tahun ajaran baru, inflasi inti naik menjadi 0,21% mom di bulan Agustus 2021  

Peningkatan inflasi ini juga seiring dengan pengendoran pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4. Hal ini bahkan sudah terlihat dari pergerakan inflasi inti Agustus 2021 yang sebesar 0,21% mom, setelah pada Juli 2021 ambles ke 0,07% mom. 

“Dengan demikian kami tetap yakin potensi inflasi akan meningkat pada kuartal IV-2021 karena relaksasi PPKM, penurunan kasus, dan perkembangan vaksinasi. Selain itu, juga dipengaruhi oleh faktor musiman,” ujar Faisal. 

Pelonggaran aktivitas ini akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang juga akan meningkatkan aktivitas bisnis, sehingga akan menggenjot daya beli masyarakat. Ini yang akan memicu adanya inflasi dari sisi permintaan. 

Dari sisi suplai, nampak inflasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) konsisten di atas inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK), sehingga inflasi dari sisi suplai atau persediaan juga masih akan ada. 

Faktor yang akan memicu inflasi pada periode akhir tahun 2021 juga datang dari normalisasi insentif PPnBM dari pemerintah, yaitu dari diskon 100% menjadi 25%. Namun, Faisal melihat inflasi masih akan terkendali. 

Dengan demikian, Faisal memperkirakan inflasi pada sepanjang tahun 2021 akan berada di kisaran 2,28% yoy. Ini lebih tinggi dari 1,68% yoy pada tahun 2020 dan kembali ke kisaran sasaran Bank Indonesia (BI) yang sebesar 3% plus minus 1%. 

Selanjutnya: Jumlah kunjungan wisman di Juli 2021 naik 1,25%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×