kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tahun 2030, Pertamina Geothermal Energy (PGE) bidik kapasitas 1.500 MW


Jumat, 08 Oktober 2021 / 09:35 WIB
Tahun 2030, Pertamina Geothermal Energy (PGE) bidik kapasitas 1.500 MW

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan bisa menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia di tahun 2030. Seiring dengan target ini, PGE masih berencana mengungkit kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). 

Dirut PGE, Ahmad Subarkah Yuniarto menyampaikan, PGE menargetkan kapasitas PLTP perusahaan bisa naik hingga mencapai paling tidak 1.500 MW di tahun 2030 mendatang. Sebagai pembanding, saat ini kapasitas PLTP perusahaan berjumlah 672 MW.

“Kita mempunyai aspirasi untuk menumbuhkan sumber daya kita menjadi paling tidak 1.500 MW kapasitas panas bumi yang kita operasikan secara langsung, dan juga menjadi perusahaan yang setara  di level global dengan  revenue US$ 1 billion (miliar),” kata Ahmad dalam webinar DE Talks secara virtual bertema “Masa Depan Industri Panas Bumi di Tengah Glorifikasi Pengembangan EBT”, Rabu (6/10). 

Baca Juga: Holding Geothermal tunggu PP, Kementerian BUMN: Tahap awal aset PLN digabung ke PGE

Ahmad berharap, panas bumi bisa mempunyai peran kunci yang strategis di Indonesia pada masa depan. Menurutnya, rangkaian cincin gunung api di wilayah kerja panas bumi yang membentang dari Aceh sampai ke Indonesia Timur merupakan ‘tulang belakang’ yang bisa menjadi dasar ketahanan energi Indonesia. 

“Rasanya, penggunaan listrik panas bumi dibanding EBT lainnya sebagai green base load di masa depan ini adalah salah satu kunci untuk pengembangan panas bumi di Indonesia di masa depan,” kata Ahmad.

Selain menyampaikan soal target penambahan kapasitas PLTP,  Ahmad juga menuturkan bahwa PGE ingin berkembang dan melakukan diversifikasi portofolio usaha sembari melihat-lihat peluang bisnis di luar Indonesia. Selain itu, PGE juga memiliki target untuk bisa memiliki dampak positif terhadap lingkungan yang cukup signifikan. 

“Di tahun 2030  kita berapa kita bisa berpartisipasi dalam pengurangan emisi sebesar lebih dari 8 juta ton CO2 per tahun,” imbuh Ahmad.

Selanjutnya: Pengamat: Rencana IPO holding BUMN geothermal sebaiknya dieksekusi tahun depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

×