Tahun 2022, Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Optimistis Volume Produksi Tumbuh 30%

Jumat, 11 Maret 2022 | 07:15 WIB   Reporter: Vina Elvira
Tahun 2022, Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Optimistis Volume Produksi Tumbuh 30%


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen kemasan, PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) menyatakan, permintaan kemasan di kuartal pertama tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk itu, perusahaan pun optimistis produksi di tahun 2022 dapat meningkat hingga 30% dibandingkan realisasi pada tahun 2021. 

"Pemulihan ekonomi dari Covid-19 menuju normalisasi, permintaan di kuartal I-2022 naik pesat di bandingkan kuartal I-2021, sekitar 20%," ungkap Direktur Utama Sinergi Inti Plastindo Eric Budisetio Kurniawan, saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (10/3). 

Kondisi bisnis yang terpantau positif di awal tahun ini, membuat ESIP berani membidik pertumbuhan angka penjualan hingga 30% dibandingkan tahun 2021. Pihaknya optimistis, kinerja perusahaan bakal meningkat pesat, yang utamanya didukung oleh pemulihan ekonomi nasional. 

Baca Juga: Bidik Penjualan Rp 72 Miliar, Begini Strategi Sinergi Inti Plastindo (ESIP) pada 2022

ESIP belum merilis secara resmi kinerja keuangan tahun buku 2021. Dia hanya mengatakan bahwa realisasi kinerja tahun lalu, sudah sesuai dengan eskpektasi dan target yang dibidik perusahaan sebelumnya. 

Adapun, hingga September tahun lalu, ESIP tercatat membukukan penjualan sebesar Rp 38,28 miliar. Jumlah ini tumbuh 9,95% dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai Rp 34,82 miliar.

 

 

Untuk memaksimalkan kinerja penjualan di tahun ini, Eric menyebut bahwa ESIP akan memaksimalkan penjualan secara daring. Dengan memperkuat jaringan distribusi secara online. Di sisi lain,  pada tahun ini ESIP juga tengah mengembangkan bisnis di segmen kemasan bos atau kotak makanan berbasis kertas. 

Untuk memaksimalkan rencana bisnis tersebut, ESIP menganggarkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 15 miliar untuk pembelian sejumlah mesin. "Capex Rp 15 miliar tahun ini untuk mesin-mesin baru di kemasan berbasis kertas untuk delivery makanan," tutur Eric. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru