Tahun 2022, Pinago Utama (PNGO) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10,1%

Selasa, 19 April 2022 | 08:00 WIB   Reporter: Vina Elvira
Tahun 2022, Pinago Utama (PNGO) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10,1%

ILUSTRASI.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas sawit yang masih menjanjikan, membuat emiten sawit, PT Pinago Utama Tbk (PNGO) optimistis dengan prospek bisnis di sepanjang tahun ini. PNGO berharap, pendapatan usaha di tahun 2022 dapat meningkat 10,1% year on year (yoy) menjadi Rp 2,3 triliun. 

Terkereknya pendapatan usaha, diperkirakan akan turut meningkatkan laba bersih perusahaan hingga akhir tahun nanti. Maka dari itu, PNGO juga yakin laba perseroan akan tumbuh dibandingkan tahun lalu. 

"Dilihat dari harga komoditas sawit sampai hari ini masih menjanjikan. Menurut perkiraan kami, harga komoditas CPO masih bisa bertahan di atas Rp 10.000 per kg," ungkap Direktur Pinago Utama Thomas Valian, kepada Kontan.co.id, Senin (18/4). 

Baca Juga: Pinago Utama (PNGO) cadangkan belanja modal Rp 140 miliar di tahun 2022

Thomas menuturkan, penjualan dan produksi CPO di kuartal I-2022 juga terpantau masih sesuai dengan target yang dicanangkan perusahaan. Dia belum bisa bicara lebih detail terkait realisasinya, namun pihaknya meyakini angkanya dapat melebihi realisasi penjualan dan produksi CPO di kuartal pertama tahun 2021. 

Dari sisi produksi CPO, PNGO berharap volumenya dapat meningkat sebesar 16,6% yoy dibandingkan produksi CPO di tahun 2021. Adapun, pada tahun lalu, PNGO tercatat membukukan produksi CPO sebanyak 86,883 ton. "Harga jual CPO perseroan di tahun 2022 masih meningkat bila dibandingkan realisasi di tahun 2021," sambungnya. 

 

 

Di sepanjang 2021, PNGO tercatat membukukan penjualan sebesar Rp 2,08 triliun, atau lebih tinggi 38% dibandingkan penjualan pada tahun 2020. Laba kotor perusahaan juga tercatat meningkat 45% yoy menjadi Rp 482,6 miliar. 

Dengan demikian, perusahaan tercatat mampu meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 188 miliar sepanjang 2021. Jumlah ini lebih tinggi 132% yoy daripada laba bersih di tahun 2020. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru