Tahun 2022, pagu indikatif untuk sektor transportasi darat sebesar Rp 5,34 triliun

Rabu, 09 Juni 2021 | 00:50 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Tahun 2022, pagu indikatif untuk sektor transportasi darat sebesar Rp 5,34 triliun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi menuturkan, pagu indikatif tahun 2022 untuk program penyelenggaraan dan pelaksanaan transportasi darat sebesar Rp 5,34 triliun. Adapun jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan pagu kebutuhan hasil pembahasan terpadu sebesar Rp 13,8 triliun.

Berdasarkan jenis belanja pagu indikatif Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan antara lain, belanja pegawai sebesar Rp 529 miliar, belanja barang Rp 2,5 triliun dan belanja modal sebesar Rp 2,2 triliun

"Penyusunan pagu indikatif Perhubungan Darat telah diselaraskan dengan rencana kerja pemerintah tahun 2022 sebagaimana Peraturan Menteri PPN/Bappenas tentang pencanangan rencana kerja pemerintah 2022 yang bertemakan pemulihan ekonomi dan reformasi struktural," jelas Budi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI, Selasa (8/6).

Baca Juga: Realisasi belanja pemerintah daerah mini, Kemenkeu mengaku prihatin

Lebih lanjut, fokus Kementerian Perhubungan dalam rencana kerja pemerintah tahun 2022 terdapat pada pembangunan bagi industri pariwisata, ketahanan pangan dan juga infrastruktur.

Berkaca pada jumlah pagu indikatif tersebut, maka implementasi rencana kerja dalam pagu indikatif tahun 2022, akan dilakukan melalui penekanan terhadap pembangunan tertentu yang relevan terhadap situasi dan berdasarkan program dan ketersediaan anggaran.

Penyusunan Pagu indikatif Tahun Anggaran 2022 dibagi per-kegiatan dalam redesign sistem perencanaan dan penganggaran. Pertama, infrastruktur konektivitas transportasi darat sebesar Rp 2 triliun. Kedua, pelayanan transportasi darat sebesar Rp 1 triliun.

Ketiga, keselamatan dan keamanan transportasi darat Rp 774 miliar. Keempat, penunjang teknis transportasi darat sebesar Rp 490 miliar dan dukungan manajemen sebesar Rp 958 miliar.

Editor: Handoyo .
Terbaru