kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tahun 2022, Kalbe Farma (KLBF) Pertahankan Target Pertumbuhan Kinerja 11%-15%


Sabtu, 30 April 2022 / 08:45 WIB
Tahun 2022, Kalbe Farma (KLBF) Pertahankan Target Pertumbuhan Kinerja 11%-15%

Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bersiap melanjutkan tren positif kinerja keuangannya di sisa tahun 2022.

Sebagaimana diketahui, Kalbe Farma meraih kenaikan penjualan bersih 16,63% (yoy) menjadi Rp 7,01 triliun pada kuartal I-2022. Di periode yang sama, laba bersih Kalbe Farma tumbuh 16,52% (yoy) menjadi Rp 834,88 miliar. 

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius optimistis dengan prospek bisnis Kalbe Farma selepas kuartal pertama tahun ini. Bisnis farmasi dianggap masih sangat menjanjikan sekalipun situasi pandemi Covid-19 di Indonesia perlahan mulai terkendali. 

Baca Juga: Kinerja Kuartal I-2022 Moncer, Ini Rencana Bisnis Kalbe Farma (KLBF) di Sisa 2022

Maka dari itu, Manajemen Kalbe Farma masih tetap mempertahankan target penjualan bersih dan laba bersih di kisaran 11%--15% hingga akhir tahun nanti. “Sumber pertumbuhan kami tetap berasal dari berbagai sektor kesehatan, mulai dari vitamin, obat resep non Covid-19, suplemen, digitalisasi kesehatan, dan distribusi,” ungkap dia, Jumat (29/4). 

Bila merujuk kinerja di kuartal pertama lalu, segmen divisi distribusi dan logistik masih menjadi penopang utama bagi Kalbe Farma dengan nilai penjualan bersih sebesar Rp 2,59 triliun. Selain itu, segmen divisi nutrisi juga menyumbang penjualan bersih yang cukup besar yakni sebesar Rp 1,88 triliun di kuartal pertama kemarin.

Manajemen Kalbe Farma fokus untuk memperkuat pasokan bahan baku untuk menjaga ketersediaan produk di tengah tantangan rantai pasokan secara global. Kalbe Farma juga terus menjaga posisi likuiditas yang kuat untuk mengantisipasi kebutuhan modal kerja ke depan. Perusahaan ini turut mengedepankan inovasi dalam rangka menyediakan produk dan layanan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat. 

Melalui divisi distribusi dan logistik, Kalbe Farma menyediakan platform business to consumer (B2C) telemedisin yakni Klikdokter, serta business to business (B2B) yakni EMOS dan MOSTRAS. Tujuan kehadiran platform-platform digital tersebut adalah untuk mendekatkan diri dengan basis pelanggan yang lebih luas.

 

Vidjongtius menambahkan, Kalbe Farma juga tetap mempertahankan nilai belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2022. Dana tersebut akan dipakai untuk perluasan kapasitas fasilitas secara rutin sekaligus investasi untuk meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada produk-produk Kalbe Farma. 

“Sumber capex kami mayoritas dari dana internal dan jika perlu juga bisa diperoleh dari pinjaman bank,” terang dia.

Sebagai informasi, Kalbe Farma memiliki 15 fasilitas produksi di berbagai wilayah, tak hanya di Indonesia, melainkan juga Myanmar.

Tak ketinggalan, Kalbe Farma juga terus berkomitmen menghadirkan produk-produk obat, herbal, hingga suplemen baru. Meski tidak dijelaskan secara rinci, Vidjongtius bilang bahwa pihaknya selalu meluncurkan sekitar 5—10 produk baru di tiap tahun.

Selain itu, Kalbe Farma juga selalu membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam bentuk perusahaan patungan atau joint-venture, akuisisi, maupun bentuk kerja sama bisnis lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×