Tahun 2022, Dharma Satya Nusantara (DSNG) Perluas Pangsa Pasar Ekspor Kayu

Kamis, 21 April 2022 | 07:15 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Tahun 2022, Dharma Satya Nusantara (DSNG) Perluas Pangsa Pasar Ekspor Kayu


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain mengelola bisnis perkebunan sawit, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) juga berbisnis pada segmen bisnis perkayuan. Sejatinya, sejak awal perusahaan ini didirikan pada September 1980, Dharma Satya bergerak di bidang industri perkayuan setelah mendapatkan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dari Pemerintah. 

Selang tiga tahun atau pada 1983, Dharma Satya mengoperasikan pabrik kayu pertama di Samarinda, Kalimantan Timur yang memproduksi kayu gergajian yang diekspor ke pasar Jepang. Adapun pada 1988, Dharma Satya menjadi salah satu pionir penggunaan kayu sengon hasil hutan tanaman rakyat untuk menggantikan kayu hutan alam dalam produksinya. 

Saat ini bisnis perkayuan DSNG memproduksi produk kayu yang diklaim berkualitas tinggi, seperti panel dan engineered floorings.

Baca Juga: Siap-siap, Dharma Satya Nusantara (DSNG) Bagikan Dividen Tunai Rp 212 Miliar

Di tahun lalu, segmen kayu Dharma Satya Nusantara menunjukkan kinerja yang mengesankan dengan nilai penjualan tumbuh 35% menjadi Rp 1,3 triliun akibat peningkatan volume penjualan maupun harga jual rata-rata produk kayu yang utamanya didorong pulihnya permintaan pasar dari Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada. 

Direktur Dharma Satya Nusantara, Jenti Widjaja mengatakan, prospek produk kayu cukup baik di tahun ini, masih bertumbuh dibandingkan tahun sebelumnya, baik secara harga jual maupun volume. “Pada tahun 2022 semakin banyak negara tujuan ekspor yang meniadakan pembatasan aktivitas bisnis sehingga semakin mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (20/4). 

 

 

Di tahun ini, manajemen DSNG masih membidik pasar ekspor kayu yang sama. Tetapi pihaknya akan memperbesar pangsa pasar yang sebelumnya diambil oleh negara lain mengingat tidak semua negara sudah pulih dari dampak pandemi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru