Tahun 2021, Acset Indonusa (ACST) Meraih Kontrak Baru Sebesar Rp 430 Miliar

Selasa, 11 Januari 2022 | 06:45 WIB   Reporter: Venny Suryanto
Tahun 2021, Acset Indonusa (ACST) Meraih Kontrak Baru Sebesar Rp 430 Miliar


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kontrak baru PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat hingga Desember 2021 total kontrak baru yang telah digenggam mencapai Rp 430 miliar. Meski ada sejumlah keterlambatan tender lantaran terdampak pandemi Covid-19, tapi ACST telah berhasil menumbuhkan kontrak anyar cukup signifikan menjelang tutup tahun 2021 lalu.

Sekretaris Perusahaan ACST Maria Cesilia Hapsari mengungkapkan saat ini perseroan sedang menjajaki beberapa proyek dan memang terdapat sedikit keterlambatan akibat pandemi. 

“Beberapa tender yang seharusnya sudah bisa kami dapatkan pada kuartal III dan kuartal IV 2021 dan progresnya menjadi mundur akibat pandemi ini, tetapi tetap masih ada beberapa opportunity untuk proyek-proyek yang akan kami ambil tahun ini,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Senin (10/1). 

Dia mengatakan, di tengah kondisi yang menantang akibat pandemi, perseroan terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan kinerja. Adapun agenda besar tahun ini yang akan dilakukan adalah operational excellence dengan disiplin finansial. “Perseroan percaya bahwa upaya-upaya yang dilakukan di internal masih berada pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut,” tambahnya. 

Baca Juga: Berhasil pangkas rugi bersih di kuartal III-2021, ACST terus melakukan perbaikan

Di samping itu, dia juga melihat terkait proyeksi profitability ke depan, perseroan belum dapat menyampaikan proyeksi ke depan. Hal ini lantaran pandemi cukup menahan laju perbaikan yang Perusahaan upayakan. Menurutnya, kerugian mungkin masih dapat terus terjadi, mengingat perlambatan akibat pandemi masih bisa terjadi. 

“Namun demikian Manajemen terus berupaya untuk memperbaiki kinerja Perseroan. Selain itu, dalam laporan keuangannya, ACSET terlihat secara berkelanjutan mengalami penurunan beban dan biaya keuangannya, yang mencerminkan adanya upaya perbaikan di internal untuk meningkatkan kinerja Perusahaan,” ungkapnya. 

Meski demikian, perseroan optimis tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk itu, ACSET masih fokus pada sektor utama dalam bisnisnya yakni sektor struktur, infrastruktur dan fondasi. Sementara sub-sektor infrastruktur yang menjadi fokus perseroan adalah jalan tol yakni landed maupun elevated, pelabuhan, dan pembangkit listrik. 

 

 

Maria meyakini, pertumbuhan sektor infrastruktur akan tetap terjaga. Terlebih dengan adanya investor private yang masuk untuk membiayai proyek infrastruktur, seperti jalan tol. Pemerintah sendiri terus meningkatkan keterlibatan swasta dalam kemajuan Infrastruktur, sehingga tidak sepenuhnya bergantung terhadap anggaran negara.

Kondisi ini diharapkan bisa terus menjaga pertumbuhan di sektor infrastruktur sebagai salah satu peningkatan perekonomian ke depan. Sementara, terkait belanja modal atau capex di tahun ini perseroan hanya berfokus untuk menambah dan mengganti alat produksi ACSET yang sudah habis masa pakainya. Sayangnya untuk nilai yang dicadangkan belum dapat di sebutkan. 

“kami mencoba untuk melengkapi value chain yang ada melalui anak perusahaan yang bergerak di bidang rental alat berat, jasa formwork/bekisting, rental passenger hoist dan tower crane, maupun entitas asosiasi yang menyediakan jasa concrete pumping,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru