Swedia Menyatakan Era Pandemi Sudah Berakhir, Ini Alasannya

Sabtu, 12 Februari 2022 | 04:10 WIB Sumber: Reuters
Swedia Menyatakan Era Pandemi Sudah Berakhir, Ini Alasannya


KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Swedia membatalkan hampir semua pembatasan pandemi pada Rabu (9/2/2022) dan menghentikan sebagian besar pengujian untuk Covid-19. Kebijakan ini dilakukan bahkan ketika tekanan pada sistem perawatan kesehatan di negara tersebut masih tetap tinggi. Bahkan sejumlah ilmuwan memperingatkan agar masyarakat lebih sabar dalam memerangi penyakit itu. 

Melansir Reuters, Pemerintah Swedia, yang selama pandemi telah memilih untuk tidak melakukan penguncian, mengumumkan pekan lalu akan menghapus pembatasan yang tersisa. Ini secara efektif menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah berakhir.

Alasannya, vaksin dan varian Omicron yang tidak terlalu parah telah meredam kasus dan kematian yang parah.

"Seperti yang kita ketahui pandemi ini, saya akan mengatakan ini sudah berakhir," kata Menteri Kesehatan Lena Hallengren kepada Dagens Nyheter.

Baca Juga: Raja Spanyol dan Ratu Denmark Positif Covid-19, Hanya Alami Gejala Ringan

"Ini memang belum berakhir, tetapi seperti yang kita ketahui dalam hal perubahan dan pembatasan yang cepat, Covid tidak lagi diklasifikasikan sebagai bahaya bagi masyarakat," jelasnya.

Mulai Rabu, bar dan restoran akan diizinkan untuk tetap buka setelah jam 11 malam lagi, dan tanpa batasan jumlah tamu. Batas kehadiran untuk tempat-tempat dalam ruangan yang lebih besar juga dicabut, seperti penggunaan tiket masuk vaksin.

Lebih bersabar

Namun, rumah sakit Swedia masih merasakan ketegangan, di mana sekitar 2.200 orang dengan Covid-19 membutuhkan perawatan di rumah sakit. Jumlah tersebut hampir sama dengan gelombang ketiga pada musim semi 2021.

Karena pengujian gratis dikurangi awal bulan ini dan secara efektif dihentikan mulai Rabu, tidak ada yang tahu jumlah pasti kasus Covid-19 di negara tersebut.

“Kita harus memiliki sedikit lebih banyak kesabaran, menunggu setidaknya beberapa minggu lagi. Dan kita cukup kaya untuk terus melakukan pengujian,” jelas Fredrik Elgh, profesor virologi di Universitas Umea dan salah satu pengkritik paling gigih kebijakan larangan penguncian Swedia, kepada Reuters.

Baca Juga: WHO Melihat Pandemi Covid-19 Memasuki Akhir Permainan di Eropa

"Penyakit ini masih menjadi beban besar bagi masyarakat," katanya.

Badan Kesehatan Swedia mengatakan minggu ini bahwa pengujian skala besar terlalu mahal dibandingkan dengan manfaatnya. Swedia menghabiskan sekitar 500 juta crown Swedia dalam kurun waktu seminggu untuk pengujian selama lima minggu pertama tahun ini dan sekitar 24 miliar crown sejak awal pandemi.

Pada hari Rabu, Swedia mencatat 114 kematian baru akibat terinfeksi virus.

Secara total, 16.182 orang telah meninggal karena virus corona. Jumlah kematian per kapita jauh lebih tinggi daripada di antara tetangga Nordik, tetapi lebih rendah daripada di sebagian besar negara Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru