CLOSE [X]

Suzuki Indomobil Sales Optimistis Kinerja Ekspor Tahun Ini Naik 10%

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:00 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Suzuki Indomobil Sales Optimistis Kinerja Ekspor Tahun Ini Naik 10%


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyatakan tahun 2022 menargetkan angka ekspor mobil dan motor bisa bertumbuh di atas 10% dibandingkan dengan tahun lalu.

Wijananto Jati Pradono, Assistant Departement Head of PPC SIS mengatakan jika ekspor industri otomotif, khususnya mobil, masih menjadi salah satu sektor ekspor andalan Indonesia.

"Dengan semakin pulihnya kondisi global dari pandemi Covid-19, kami optimistis pasar ekspor Indonesia akan semakin positif baik secara jumlah sales maupun negara tujuan," tutur Wijananto kepada Kontan, Kamis (23/6).

Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan target ekspor mobil adalah sebanyak 300.000 unit. Berdasarkan data ekspor CBU yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Indonesia telah mengekspor 131.941 unit mobil produksi lokal selama periode Januari hingga April 2022 lalu. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 28,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.

Baca Juga: Tertahan Libur Panjang, Penjualan Toyota Turun 30,20% di Bulan Mei 2022

Lebih lanjut, SIS sendiri masih melakukan kegiatan ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan Patimban, tergantung pada negara tujuan ekspor. Adapun negara tujuan ekspor SIS adalah meliputi 51 negara yang tersebar di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, Oseania, hingga Afrika, Vietnam, Filipina, Meksiko, Thailand, dan Taiwan.

Suzuki sendiri juga mencatatkan peningkatan angka ekspor baik CBU (completly built up) maupun CKD (completely knock down)

Dalam kategori CBU, Suzuki mencatatkan peningkatan ekspor 17%. Dari angka tersebut, XL7 mendominasi sebesar 30% dan berkontribusi hingga 16,4% dari total ekspor mobil Suzuki. Posisi kedua adalah APV dengan peningkatan 26%, diikuti oleh All New Ertiga, dan New Carry Pick Up yang masing-masing mencatatkan angka peningkatan 14% jika dibandingkan periode Januari-April 2021.

"Mengenai kendala produksi, tidak ada. Pada prinsipnya proses produksi mobil untuk diekspor maupun pasar domestik sama saja. Hanya beberapa bagian saja yang harus disesuaikan dengan regulasi di negara tujuan, seperti letak setir, heater, dan lainnya," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru