kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Strategi hidup bersama pandemi: Testing tak lagi secara massal


Selasa, 24 Agustus 2021 / 10:11 WIB
ILUSTRASI. Ke depannya, testing dan tracing akan difokuskan kepada mereka yang betul-betul terindikasi tertular virus.

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk terus memperkuat testing dan tracing atau penelusuran kontak erat pasien Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Namun demikian, testing dan pelacakan tidak dilakukan secara massal, melainkan pada orang yang bergejala atau melakukan kontak erat. Instruksi ini disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas, Senin (23/8/2021), saat menyinggung strategi hidup bersama pandemi. 

"Arahan Bapak Presiden nanti testing dan tracing ini harus sangat terarah, tidak massal, benar-benar yang butuh, atau istilahnya para ahli kesehatan adalah testing epidemiologi," kata Budi, dalam konferensi pers secara daring, Senin malam. 

Ke depannya, kata Budi, testing dan tracing bukan difokuskan untuk screening masyarakat yang ingin berkegiatan, melainkan yang betul-betul terindikasi tertular virus. 

Baca Juga: Indonesia posisi ke-6 dunia untuk cakupan vaksinasi dosis pertama

"Testing yang dilakukan ke suspek dan kontak erat yang memang bergejala, bukan semua orang dites karena mau melakukan aktivitas tertentu," ucap Budi. 

Budi mengatakan, memperkuat testing dan tracing penting dilakukan agar masyarakat dapat hidup bersama pandemi yang kelak mungkin berubah menjadi epidemi. Selain testing dan tracing, strategi hidup bersama pandemi juga dilakukan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Menurut Budi, Jokowi ingin protokol kesehatan berbasis teknologi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga keagamaan. 

Baca Juga: Hingga 19 Agustus, realisasi pembayaran insentif nakes 2021 capai Rp 4,75 triliun

"Nanti itu akan disusun protokol kesehatannya atas arahan Bapak Presiden, berbasis teknologi informasi, berpusat pada aplikasi PeduliLindungi, sehingga kita bisa membangun hidup bersama epidemi," ujarnya. 

Strategi terakhir yakni terkait perawatan. Presiden, kata Budi, ingin agar Indonesia memiliki fasilitas kesehatan primer untuk melayani pasien yang melakukan isolasi. Hal ini dilakukan dengan memaksimalkan puskesmas atau klinik. Dengan demikian, rumah sakit hanya diisi dengan pasien Covid-19 yang kritis dan berat. 

"Diharapkan ke depannya kita tidak hanya bicara mengenai strategi penanganan pandemi atau strategi mengatasi pandemi, tetapi strategi untuk hidup bersama epidemi seperti arahan Bapak Presiden," kata Budi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Instruksikan Strategi Hidup Bersama Pandemi, Testing Tak Lagi Massal"
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Kristian Erdianto

Selanjutnya: Insentif Tenaga Kesehatan Sudah Mengalir Rp 4,75 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×