Strategi akuisisi masih menjadi alternatif Gihon Telekomunikasi (GHON)

Senin, 12 Juli 2021 | 08:20 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Strategi akuisisi masih menjadi alternatif Gihon Telekomunikasi (GHON)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri menara telekomunikasi semakin kompetitif. Aksi ekspansi yang dilakukan secara organik maupun akuisisi terus dilancarkan oleh emiten menara. PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) pun tak mau ketinggalan.

Direktur Utama GHON Rudolf P. Nainggolan menyampaikan, pihaknya akan konsisten untuk melakukan ekspansi secara organik melalui pembangunan menara baru. Kebutuhan infrastruktur telekomunikasi yang masih besar ditambah adanya peluang ekspansi di jaringan 5G menjadi faktor pendorong pertumbuhan industri telekomunikasi.

Adapun bagi GHON sendiri, strategi akuisisi masih menjadi alternatif. "Gihon melihat kondisi saat ini adalah sebuah kesempatan untuk tetap konsisten membangun organik. Walaupun akuisisi adalah satu kesempatan juga," kata Rudolf saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (11/7).

Pada tahun ini, GHON optimistis untuk terus menambah penyewa (tenant) dengan target pertumbuhan 20% dibandingkan tahun lalu. GHON menargetkan bisa menambah penyewa setidaknya 248 tenant sehingga bisa memiliki total 1.490 tenant pada akhir tahun nanti.

Baca Juga: Simak kinerja Gihon Telekomunikasi (GHON) di paruh pertama tahun 2021

Hingga Juni 2021, GHON memiliki 1.311 tenant. Posisi tersebut tumbuh 15,2% dibandingkan jumlah tenant per paruh pertama 2020 yang sebanyak 1.138 tenant. Dari sisi pendapatan, hingga semester pertama, GHON berhasil mengantongi Rp 80,56 miliar. 

Jumlah itu tumbuh 20% dibandingkan raihan pendapatan GHON pada semester pertama tahun lalu yang sebesar Rp 67,16 miliar. Raihan pendapatan GHON hingga Juni setara dengan 49,18% dari target 2021. Dalam estimasi GHON, pendapatan yang bisa diraih pada 2021 setidaknya bisa tumbuh 14,5% dari tahun lalu.

 

 

Hingga kuartal pertama 2021, GHON telah memiliki 1.281 penyewaan yang terdiri dari 734 sites telekomunikasi dan 547 kolokasi per 31 Maret 2021. Lokasi penyewaan masih didominasi di Pulau Jawa sebanyak 856 sites, Sumatra 335 sites, Kalimantan 48 sites dan Sulawesi 42 sites.

Untuk bisa meraih target, GHON akan terus mempererat hubungan dengan operator telekomunikasi, memaksimalkan pertambahan penyewaan kolokasi pada portofolio menara, fokus pada kecepatan dalam melaksanakan eksekusi dan terus meningkatkan kinerja operasional. "Memelihara hubungan yang baik dengan operator, melakukan efisiensi dan efektivitas organisasi perusahaan," tandas Rudolf.

Selanjutnya: Gihon Telekomunikasi (GHON) siapkan Rp 50 miliar untuk pengembangan jaringan 5G

 

Editor: Handoyo .
Terbaru