kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Sri Mulyani beberkan dampak kenaikan kasus Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia


Selasa, 15 Juni 2021 / 05:35 WIB
Sri Mulyani beberkan dampak kenaikan kasus Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (13/6) total kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 1,91 juta dengan penambahan kasus positif sebanyak 9.869. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lonjakan jumlah kasus di bulan ini dapat mempengaruhi pemulihan ekonomi. Sebab, Covid-19 akan menghambat mobilitas masyarakat. Dus, berdampak terhadap konsumsi rumah tangga bisa menciut.

Adapun Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 berkisar 7,1% hingga 8,3% year on year (yoy). Sementara sepanjang tahun ini ditargetkan berada di rentang 4,5% sampai dengan 5,3% yoy. 

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Dampak perubahan iklim ancaman besar bagi dunia

“Ini seiring kenaikan Covid-19 harus hati-hati terutama proyeksi upper bound di 8,3%. Kuartal II kita berhadap terjadi pemulihan kuat, namun Covid-19 pada minggu kedua Juni akan mempengaruhi koreksi ini. Kalau Covid-19 bisa menurun, masih bisa berharap,” kata Sri Mulyani saat Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (14/6). 

Lebih lanjut, SRi Mulyani menegaskan pada Juni ini akan menentukan posisi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021. Sebab, pada April-Mei 2021, Sri Mulyani meyakini akan melonjak karena dibandingkan April-Mei 2020, basis ekonomi saat ini jauh lebih tinggi.  

Hal tersebut mengingat pada Ramadan dan Lebaran tahun ini aktivitas ekonomi jauh lebih menggeliat daripada tahun lalu.  

“Kalau menurunkan Covid-19 harus melakukan pembatasan, maka proyeksi ekonomi akan terkoreksi. Ini trade off yang dihadapi pada bulan-bulan ini,” jelas Menkeu Sri Mulyani.

Selanjutnya: Menkeu: Indonesia tunjukkan komitmen untuk turunkan emisi karbon

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×