Smelter Alumina Inalum-Antam Terhambat, Ini Sebabnya

Selasa, 22 Maret 2022 | 08:35 WIB   Reporter: Filemon Agung
Smelter Alumina Inalum-Antam Terhambat, Ini Sebabnya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah, Kalimantan Barat milik PT Inalum dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diproyeksikan mengalami pemunduran jadwal operasi.

Proyek berkapasitas 1 juta ton ini semula ditargetkan rampung pada Juli 2023 mendatang. Perselisihan hitung antara EPC kontraktor proyek membuat pelaksanaan proyek tidak berjalan optimal. Asal tahu saja, Proyek SGAR dikelola PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) yang dimiliki PT Inalum (Persero) dengan saham sebesar 60% dan ANTAM dengan saham 40%.

Presiden Direktur PT BAI Dante Sinaga mengungkapkan, merujuk pada rencana yang ada maka seharusnya proyek sudah mencapai 71,73%. Sayangnya, sampai saat ini proyek dengan investasi mencapai US$ 831,5 juta ini baru mencapai 13,78%.

Baca Juga: Proyek Hilirisasi Tambang Perusahaan Pelat Merah Masih Bergulir

"Ini utamanya memang disebabkan oleh progres dari procurement yang sangat terlambat. Procurement terlambatnya 47,75%," ungkap Dante dalam RDP bersama Komisi VII DPR RI, Senin (21/3).

Dante mengungkapkan, terhambatnya pengerjaan procurement berdampak pada tahapan-tahapan lainnya. Selain itu, ada dua faktor utama yang juga menjadi penyebab terlambatnya proyek SGAR Mempawah. Dante mengungkapkan, masih ada perselisihan antara EPC kontraktor. Belum adanya kesepakatan yang tercapai untuk internal consortium agreement diakui menjadi kendala.

Adapun, EPC kontraktor untuk proyek ini adalah BUMN asal China, China Aluminium International Engineering Corporation Ltd (Chalieco) bersama PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP).

Editor: Handoyo .

Terbaru