kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.133.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

SKK Migas Pertahankan Target Investasi Hulu Migas US$ 15,54 Miliar Tahun Ini


Selasa, 18 April 2023 / 07:00 WIB
SKK Migas Pertahankan Target Investasi Hulu Migas US$ 15,54 Miliar Tahun Ini

Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tetap mempertahankan target investasi hulu migas tahun 2023 yang dipatok sebesar US$ 15,54 miliar.

Sebagaimana yang diketahui, realisasi investasi hulu migas hingga kuartal I-2023 tercatat sebesar US$ 2,63 miliar atau lebih tinggi dari capaian kuartal I-2022 yaitu sebesar US$ 2,1 miliar. Hasil ini juga setara 16,9% dari target investasi hulu migas tahun 2023 sebesar US$ 15,54 miliar.

SKK Migas menyebut target investasi hulu migas Indonesia selalu meningkat dalam tiga tahun terakhir. Dibandingkan tahun 2022, target investasi hulu migas tahun ini meningkat 26%. Bahkan, target investasi hulu migas 2023 lebih tinggi sekitar 6,5% dari investasi hulu migas secara global.

Baca Juga: SKK Migas Pastikan Proyek Blok Masela Terus Berjalan Secara Paralel

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto berpendapat, di atas kertas tren aktivitas hulu migas masih akan agresif dalam beberapa waktu ke depan. Adanya isu transisi energi tidak lantas menyurutkan industri hulu migas.

Para produsen migas kini dituntut untuk melengkapi aspek net zero emission (NZE) dalam setiap kegiatan hulu migasnya. Sebab, lembaga-lembaga keuangan mulai mengurangi dukungannya terhadap proyek migas konvensional. “Makanya, Indonesia perlu mengkampanyekan implementasi Carbon Capture Storage/Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCS/CCUS),” kata Dwi dalam jumpa pers, Senin (17/4).

Di samping itu, keberadaan gas bumi yang diterima sebagai sumber energi transisi juga menjadi alasan bagi SKK Migas bahwa investasi hulu migas akan tetap mengalir deras. Kebutuhan gas bumi dianggap akan tetap tinggi sampai energi baru terbarukan (EBT) benar-benar bisa menggantikan energi konvensional secara keseluruhan.

Maka dari itu, SKK Migas terus mendorong percepatan investasi migas, terutama untuk keperluan kegiatan eksplorasi. Sebab, semakin banyak kegiatan eksplorasi, maka peluang peningkatan cadangan migas akan semakin besar.

Baca Juga: Begini Strategi SKK Migas Sumbagsel Dorong Produksi Migas di Tahun Ini

Di sisi lain, SKK Migas menyadari tren investasi hulu migas juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti ketidakpastian konflik geopolitk Rusia-Ukraina dan krisis perbankan global seperti kasus bangkrutnya Silicon Valley Bank. Belum lagi, tren inflasi global masih terjadi sampai saat ini. Sentimen-sentimen demikian bisa mempengaruhi dinamika pergerakan harga minyak global di pasar.

SKK Migas sendiri menganggap harga minyak global masih dalam tren positif di kisaran US$ 80 per barel seiring adanya isu bahwa OPEC memangkas produksi minyaknya. Angka tersebut diyakini masih akan menjadi referensi bagi para pelaku industri migas dalam beberapa waktu ke depan.

“Logikanya harga minyak yang bagus akan mendorong investasi lebih agresif. Tapi, kalau terjadi inflasi tinggi secara global, bisa saja pemain global masih mengerem investasi karena ada risiko krisis,” pungkas Dwi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×