SKK Migas: Kepastian Operator Blok IDD Diumumkan Akhir Tahun Ini

Selasa, 18 Oktober 2022 | 08:00 WIB   Reporter: Filemon Agung
SKK Migas: Kepastian Operator Blok IDD Diumumkan Akhir Tahun Ini


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepastian operator pengganti PT Chevron Pacific Indonesia di Blok Indonesia Deepwater Development (IDD) ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengungkapkan, target onstream untuk proyek IDD masih belum berubah yakni pada kuartal IV 2027 mendatang.

"Ditargetkan kuartal IV 2022 adalah target penyelesaian Participating Interest (PI) dan kemudian juga hal-hal yang bersifat administratif," jelas Dwi dalam Konferensi Pers Kinerja Hulu Migas Kuartal III 2022, Senin (17/10).

Baca Juga: ENI Akuisis PI Chevron di Proyek IDD? Menteri ESDM: Tunggu Pengumuman Resmi

Dwi menambahkan, saat ini calon pembeli hak partisipasi Chevron di Blok IDD sudah kian jelas. Selain itu, Chevron pun juga sudah berjanji bahwa proses peralihan akan diselesaikan pada tahun ini.

Pasca peralihan pengelolaan dilakukan, maka perubahan atau revisi rencana pengembangan alias Plan of Development (POD) serta perpanjangan kontrak diharapkan dapat dilakukan pada kuartal III 2023. Selanjutnya, proses konstruksi atau Engineering Procurement Construction (EPC) akan berlangsung dari 2024 hingga 2027 mendatang.

Sebelumnya, ENI, perusahaan migas asal Italia dikabarkan sudah resmi mencaplok 62% hak partisipasi Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Proyek Gas Indonesia Deepwater Development (IDD). 

Dikutip dari laman resminya, Chevron berniat melepas IDD akibat tak dapat bersaing dalam portfolio global perusahaan. 

Baca Juga: Pengganti Chevron di Proyek IDD Ditargetkan Diumumkan di Akhir Tahun 2022

"Chevron memutuskan bahwa proyek Indonesia Deepwater Development yang terdiri dari beberapa KKS di Kutai Basin tidak dapat bersaing dalam portofolio global Chevron dan saat ini sedang mengevaluasi alternatif strategis untuk kepemilikan dan pengoperasian 62% sahamnya," demikian keterangan perusahaan dalam laman resminya.

Melansir catatan Kontan.co.id sebelumnya, jika ENI melanjutkan pengembangan IDD tahap II maka biaya investasi proyek dapat ditekan pasalnya ENI telah memiliki fasilitas yang bisa diintegrasikan. Adapun, Proyek IDD Tahap II Gendalo-Gehem ditaksir bisa mendatangkan investasi US$ 18 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru