kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.925   16,00   0,09%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Sindir Bulog, Jokowi: Borong Hasil Petani Tapi Tak Bisa Dijual


Selasa, 21 Juni 2022 / 06:15 WIB

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pentingnya menyusun rencana besar dalam sektor pangan. Sehingga dari produksi pangan yang telah diserap dapat tersalurkan kepada konsumen lewat jalur-jalur yang sudah direncanakan.

Ia bahkan menyentil Perum Bulog yang melakukan pembelian yang intensif terhadap beras petani, namun tidak dapat dijual.

"Kalau sudah ngambil jangan sampai kaya Bulog, ngambil dari petani banyak, stok, ga bisa jual, sehingga kualitasnya jadi turun dan ada yang busuk yang dulu, rusak, jangan," tegas Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/6).

Pentingnya grand plan disampaikan dalam instruksi kepada Kementerian, Lembaga, BUMN, Pemerintah Daerah dan Swasta dalam peningkatan besar-besaran produksi pangan.

Baca Juga: Jokowi Minta Ada Peningkatan Produksi Pangan Besar-besaran Dalam Jangka Pendek

"Semua perencanaan harus ada pada grand plan-nya, rencana besarnya seperti apa sudah kita sampaikan, pelaksanaannya juga harus ada. Ini memang membutuhkan sebuah orkestrasi yang baik antara kementerian, lembaga, BUMN, swasta dengan daerah semuanya," jelasnya.

Produksi besar-besaran ataupun penyerapan dari petani ditegaskan harus diikuti dengan penyerapan ke konsumen secara maksimal. Oleh karenanya siapa yang akan menjadi offtaker dari produksi tersebut harus sudah ditentukan.

"Jadi petani produksi terus dan yang membeli juga ada. Jangan sampai petani produksi banyak, Bulog ga ambil, RNI ga ambil. Ini mekanisme harus segera diputuskan dan kemarin kita sampaikan dengan Menteri BUMN segera siapa [offtaker], produknya apa, biayanya seperti apa," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×