Simak salah satu rencana bisnis BBCA tahun 2021

Senin, 14 Desember 2020 | 19:05 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Simak salah satu rencana bisnis BBCA tahun 2021

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Emiten perbankan sudah mulai mempersiapkan diri menyonsong tahun 2021 dengan mematok target-target yang akan dicapai.  Diperkirakan, pemulihan ekonomi mulai berjalan tahun depan dan roda bisnis mulai bangkit.

Setelah tahun ini bank fokus menjaga kualitas kredit dan hanya melakukan ekspansi kredit secara terbatas akibat Covid-19, tahun depan bank memperkirakan prospek kredit akan lebih baik jika vaksinasi Covid-19 berjalan dengan baik.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya menargetkan penyaluran kredit bisa tumbuh sekitar 4%-6% tahun 2021.  Sementara hingga ujung tahun ini, perseroan hanya menargetkan kredit tumbuh sekitar 1%-2%.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA mengatakan, proyeksi pertumbuhan kredit itu dipasang dengan asumsi target pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 100 juta penduduk Indonesia bisa dicapai pada bulan Juni 2021. 

Baca Juga: Berkat merger, aset Bank Interim senilai Rp 350 miliar bakal beralih ke BCA Syariah

Jika target itu tercapai, BCA memproyeksikan kondisi aktivitas perekonomian mulai Juli hingga Desember sudah bisa normal sekitar 90%.  "Tetapi kalau program vakasinasi ini mundur dan ekonomi masih seperti sekarang, proyeksi  penyaluran kredit mungkin bisa 4% ke bawah saja," kata Jahja kepada Kontan.co.id, Jumat (11/12).

Bagaimanapun, BCA sangat berharap program vaksinasi bisa berjalan sesuai rencana agar kondisi pasar bisa cepat normal sehingga permintaan kredit kembali naik. Jahja bilang, pihaknya akan terus melakukan upaya maksimal agar kredit bisa tumbuh.

Per kuartal III-2020, kredit BCA tercatat sebesar Rp 581,9 triliun, turun 0,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tercatat kredit korporasi sebesar Rp 252 triliun atau meningkat 8,6%, kredit komersial dan UKM turun 4,9% menjadi Rp 182,7 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,1% menjadi Rp 89,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) turun 19,3% menjadi Rp38,6 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 18,5% menjadi Rp 10,9 triliun dan total portofolio kredit konsumer turun 9,4% menjadi Rp 141,7 triliun. 

Selanjutnya: Simak target pertumbuhan kredit perbankan tahun 2021

 

Editor: Adi Wikanto
Terbaru