Siantar Top (STTP) berhasil serap capex 40% hingga akhir kuartal II 2021

Sabtu, 03 Juli 2021 | 14:35 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Siantar Top (STTP) berhasil serap capex 40% hingga akhir kuartal II 2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten makanan ringan PT Siantar Top Tbk (STTP) telah menyerap capex sebesar 40% sampai dengan Juni 2021. Tahun ini, STTP menyiapkan capex sebesar Rp 450 miliar.

Direktur STTP, Armin memaparkan jika capex masih dialokasikan sesuai dengan rencana kerja, yakni perluasan usaha dan pembayaran obligasi. "Jelang akhir kuartal II 2021 serapan capex sudah mencapai sekitar 40%, kalau kuartal I serapan masih sangat rendah yaitu di bawah 1%. Adapun capex digunakan untuk perluasan usaha dan pembayaran obligasi," jelasnya kepada Kontan, Jumat (2/7).

Lebih jauh Armin memberikan gambaran kinerja di kuartal II, Perseroan masih mampu mencetak pertumbuhan di atas 5% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pihaknya sendiri menetapkan target laba maksimal 10% atau double digit tahun ini mengingat pandemi masih terjadi dan kasus Covid-19 masih marak di Indonesia.

Namun begitu, STTP masih sangat optimis tahun ini masih membawa peruntungan dan pihaknya dapat menuai pencapaian sesuai dengan target yang ditetapkan. Hingga saat ini pun, lanjut Armin, STTP belum berencana untuk merevisi target pencapaiannya.

"Yang pasti kami terus melihat kondisi di Indonesia. Jika kasus Covid-19 masih marak, maka perhatian masyarakat akan terfokus untuk menjaga kesehatan dan membeli vitamin, obat. sedangkan Pemerintah juga akan fokus untuk menuntaskan virus. Hal ini pasti akan berdampak pada kinerja kami," ujarnya lagi.

Baca Juga: PPKM Mikro Darurat diberlakukan, begini kata Siantar Top (STTP)

Ia melanjutkan, pada tahun 2020, STTP hampir memenuhi target penjualan dengan peningkatan 10%, namun hal ini terkendala karena tertundanya pengiriman ekspor akibat kurangnya ketersediaan kapal kargo/vessel pada November dan Desember.

Adapun strategi yang hendak dilancarkan STTP tahun ini adalah meluaskan distribusi dan jangkauan pasar ke masyarakat dengan meraih depot-depot dan toko kecil untuk mengisi stok di sana.

Armin mengungkapkan pula, tahun ini pihaknya hanya akan meluncurkan satu produk baru yakni Tic Tic. Awalnya Perseroan menargetkan peluncuran lima produk baru tahun ini. Namun, target peluncuran masih belum ditentukan, menyusul pasar masih tertekan akibat pandemi.

"Meluncurkan produk baru di saat seperti ini banyak tantangannya, dan belum fokus. Sehingga tahun ini kami luncurkan satu produk dulu. Semester II nanti juga belum ada rencana meluncurkan produk baru," tambahnya.

Editor: Handoyo .
Terbaru