Ekonomi

Setelah pengalihan portofolio ke IFG, ini tugas Jiwasraya

Jumat, 18 Juni 2021 | 08:00 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Setelah pengalihan portofolio ke IFG, ini tugas Jiwasraya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program restrukturisasi polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus bergulir. Pemegang polis yang menyetujui program penyelamatan polis ini mendekati 100% sesuai dengan data entry pada akhir penawaran program di 31 Mei 2021.

Setelah penawaran restrukturisasi selesai, Tim Percepatan Restrukturisasi akan melakukan proses administrasi. Salah satunya adalah melakukan pencetakan polis, selanjutnya pemegang polis akan menandatangani hasil pencetakan tersebut agar bisa berpindah ke IFG Life.

Rencananya, proses administrasi itu bisa selesai pada akhir Juni 2021 ini, sembari menunggu cairnya Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 20 triliun oleh pemerintah kepada induk Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau IFG.

Sebagai pengelola polis Jiwasraya, IFG Life akan memiliki dana yang cukup besar yang  mencapai sekitar Rp 26,7 triliun. Dana ini diperoleh dari PMN Rp 22 triliun dan fund rising induk holding sebesar Rp 4,7 triliun. Melalui dana jumbo itu, IFG Life akan dikelola dengan good corporate governance secara ketat.

Baca Juga: Jiwasraya Cetak Polis Baru IFG Life

Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya R. Mahelan Prabantarikso mengatakan tugas Jiwasraya setelah pengalihan portofolio antara lain adalah mengelola aset unclear dan unclean untuk diselesaikan.

Misalnya, kata Mahelan, ada aset properti Jiwasraya yang saat ini dikuasai oleh pihak yang tidak berkepentingan maka Jiwasraya akan melakukan segala upaya hukum agar aset menjadi milik Jiwasraya sepenuhnya.

"Serta melakukan pengelolaan pemegang polis yang tidak ikut restrukturisasi. Sebagaimana diketahui ada pemegang polis juga melakukan gugatan secara hukum yang harus diselesaikan," kata Mahelan kepada Kontan.co.id, Kamis (17/6).

Mahelan menyebut, semua aset yang clean dan clear baik berupa tanah dan bangunan serta aset lainnya akan dipindah ke IFG Life.

Menurut Mahelan, akan ada banyak pengawasan dan saat ini di bawah holding, IFG Life menjadi lebih baik lagi. Beberapa rencana di IFG life dan regulator yaitu, manajemen risiko tingkat kesehatan empat aspek perusahaan, atau mirip sekali dengan perusahaan industri perbankan. Yaitu aspek profil risiko, permodalan dan rentabilitas.

Selanjutnya: Akhir Juni, IFG Life akan mendapat suntikan dana Rp 20 triliun

 

Editor: Herlina Kartika Dewi
Terbaru