Global

Setelah menanjak selama satu pekan terkahir, Bitcoin terjun bebas

Senin, 19 April 2021 | 19:55 WIB Sumber: Reuters
Setelah menanjak selama satu pekan terkahir, Bitcoin terjun bebas

KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin lagi-lagi harus anjlok pada Minggu (18/4) ke angka US$ 51.541. Penurunan ini berkebalikan dengan keuntungan besarnya yang dicatat selama sepekan terakhir.

Pada Minggu siang, harga Bitcoin sempat ada di angka US$ 53.991, nilai itu sekitar US$ 12.000 lebih rendah dari rekor harga Bitcoin tertinggi yang dicapai pada Rabu (14/4) pekan lalu.

CoinMarketCap menduga, penurunan harga Bitcoin ini berkaitan dengan pemadaman listrik di wilayah Xinjiiang, China, wilayah dengan jumlah penambang Bitcoin yang cukup besar.

Luke Sully, CEO Ledgermatic, perusahaan aset digital, menilai, pemadaman listrik memang menunjukkan kelemahan mendasar dari aktivitas penambangan Bitcoin.

"Meskipun jaringan Bitcoin terdesentralisasi, penambangannya tidak," ungkap Sully yang menambahkan, pemadaman listrik bisa menjadi hal yang cukup mengancam.

Baca Juga: Bursa Asia mendekati level tertinggi 1,5 minggu, Bitcoin menutup kerugian

Sejumlah analis di media sosial melaporkan penurunan tajam dalam "tingkat hash" karena ada pemadaman listrik di China.

Tingkat hash merujuk pada indeks volatilitas yang mengukur kapasitas pemrosesan seluruh jaringan Bitcoin. Hal ini menentukan kekuatan yang dibutuhkan oleh penambang untuk menghasilkan Bitcoin baru.

Gejolak pada tingkat hash biasanya memang tidak menyebabkan penurunan harga, namun memperlambat transaksi. Akibatnya, penambang sulit memindahkan koin ke bursa untuk dijual.

"Penurunan harga baru-baru ini berada dalam batas-batas volaitilitas yang khas, ini adalah gangguan bukan sinyal," kata Edan Yago, Co-Founder Sovryn, protokol keuangan berbasis Bitcoin, seperti dikutip Reuters.

Kemunduran Bitcoin juga terjadi setelah bank sentral Turki melarang penggunaan cryptocurrency untuk pembelian pada Jumat (16/4).

Meskipun berbagai gejolak terus dialami, sejauh ini Bitcoin masih melesat 89% pada 2021. Kenaikan ini didorong oleh penerimaannya sebagai investasi dan alat pembayaran.

Selanjutnya: Dogecoin meroket, nilai pasarnya kini tembus US$ 48 miliar

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
Terbaru